Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih periode 2026-2031, Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menyatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kewajiban untuk senantiasa mendukung pemerintah. Penegasan ini disampaikan setelah beliau resmi mengemban amanah kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Gus Kikin menekankan bahwa sinergi antara NU dan pemerintah merupakan sebuah keniscayaan demi kemaslahatan umat dan bangsa. “NU wajib mendukung pemerintah, karena pemerintah adalah pelaksana amanah rakyat,” ujarnya dalam sebuah kesempatan, sembari menggarisbawahi pentingnya kolaborasi strategis.
Menurut pandangannya, dukungan NU terhadap pemerintah bukan berarti tanpa kritik. Namun, kritik yang disampaikan harus bersifat membangun dan konstruktif. Beliau berpandangan bahwa NU memiliki peran penting untuk turut serta dalam menjaga stabilitas dan kemajuan negara. Keterlibatan aktif dalam pembangunan nasional menjadi salah satu fokus utama kepengurusannya.
Gus Kikin juga mengingatkan kembali peran historis NU yang selalu hadir dalam setiap dinamika kenegaraan Indonesia. Sejak awal berdirinya, NU telah menunjukkan komitmennya untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Semangat kebangsaan ini, menurutnya, harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
Lebih lanjut, beliau berharap agar seluruh warga NU dapat bersatu padu dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Indonesia. “Mari kita bergandengan tangan, bersinergi, dan bekerja sama untuk Indonesia yang lebih baik,” ajaknya, seraya optimis bahwa NU akan terus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang signifikan dalam perjalanan bangsa.
