Monday, 31 August 2026
BREAKING
BERITA

China Terapkan Pemeriksaan Ponsel untuk Pelintas Batas Mulai 15 September 2026

Oleh Emanuel August 30, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pemerintah China akan menerapkan kebijakan baru yang lebih ketat terkait keluar-masuk negara. Mulai 15 September 2026, seluruh pelintas batas negara akan menjalani pemeriksaan yang lebih mendalam, termasuk pada perangkat ponsel mereka.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya China untuk meningkatkan keamanan perbatasan dan mengontrol aliran informasi. Juru bicara Kementerian Keamanan Publik China, Li Wei, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran konten ilegal dan menjaga stabilitas nasional. “Kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan ketertiban di perbatasan kami,” ujar Li Wei dalam sebuah konferensi pers di Beijing pada Selasa (10/10/2023).

Pemeriksaan ponsel akan mencakup pemindaian isi perangkat, baik itu aplikasi, pesan teks, foto, maupun riwayat penelusuran. Petugas imigrasi akan memiliki kewenangan untuk meminta akses ke ponsel bagi setiap individu yang melintasi perbatasan, baik masuk maupun keluar dari China. Bagi mereka yang menolak atau ditemukan menyimpan konten yang dianggap melanggar hukum, akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Meskipun tujuan resminya adalah keamanan, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan aktivis hak asasi manusia dan kelompok masyarakat sipil. Mereka khawatir bahwa pemeriksaan ponsel dapat disalahgunakan untuk memantau dan menekan kebebasan berekspresi warga negara maupun pengunjung asing. “Ini adalah pelanggaran privasi yang serius,” kata Sarah Chen, seorang advokat hak digital dari organisasi ‘Digital Rights Watch’. “Pemerintah seharusnya tidak memiliki akses tanpa batas ke informasi pribadi warganya.”

Pihak berwenang China menegaskan bahwa pemeriksaan akan dilakukan secara profesional dan hanya menargetkan konten yang jelas-jelas melanggar hukum China, seperti materi pornografi anak, ujaran kebencian, atau propaganda yang mengancam keamanan negara. Mereka juga mengklaim bahwa data yang dikumpulkan akan dijaga kerahasiaannya dan tidak akan disalahgunakan. Namun, detail teknis mengenai bagaimana data akan disimpan dan dilindungi masih belum jelas.

Kebijakan baru ini diperkirakan akan berdampak pada wisatawan, pebisnis, dan warga negara China yang sering bepergian ke luar negeri. Beberapa maskapai penerbangan dan agen perjalanan telah mulai memberikan informasi awal kepada calon penumpang mengenai perubahan aturan ini. Diharapkan, para pelintas batas dapat mempersiapkan diri untuk menjalani proses pemeriksaan yang mungkin memakan waktu lebih lama dari biasanya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp