KH Abdul Ghaffar Rozin, atau yang akrab disapa Gus Rozin, menyatakan sikap menghormati penuh terhadap mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui forum Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Keputusan ini sejalan dengan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam Muktamar ke-35 NU.
Gus Rozin, yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), menekankan bahwa proses pemilihan Ketua Umum PBNU memiliki landasan yang kuat dan telah melalui musyawarah para ulama. Ia berpandangan bahwa mekanisme AHWA merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
“Saya menghormati mekanisme AHWA yang sudah disepakati di Muktamar ke-35 NU,” ujar Gus Rozin dalam keterangannya pada Rabu (17/3/2021). Pernyataan ini menegaskan komitmennya terhadap aturan main yang telah disepakati bersama oleh para pengurus dan tokoh NU.
Lebih lanjut, Gus Rozin menjelaskan bahwa AHWA merupakan forum yang beranggotakan para ulama sepuh atau memiliki kedalaman ilmu dan wawasan yang mumpuni. Keberadaan forum ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang terbaik bagi kemaslahatan NU dan umat Islam secara keseluruhan. Ia percaya bahwa para anggota AHWA akan memilih pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, dan visi yang jelas untuk memajukan NU.
Gus Rozin juga mengapresiasi peran serta kontribusi para ulama yang tergabung dalam AHWA. Menurutnya, mereka memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan terpilihnya pemimpin yang amanah dan mampu membawa NU ke arah yang lebih baik. Ia berharap seluruh elemen NU dapat menerima dan menghormati hasil dari pemilihan yang dilakukan oleh AHWA, demi menjaga persatuan dan kesatuan organisasi.
