Uji klinis CARDIO-TTRansform yang melibatkan pasien transthyretin amyloidosis dengan kardiomiopati (ATTR-CM) menunjukkan bahwa pemberian eplontersen bulanan, ditambah dengan terapi standar yang sudah ada, tidak memberikan manfaat tambahan dalam menurunkan risiko kematian akibat penyebab kardiovaskular maupun kejadian kardiovaskular berulang jika dibandingkan dengan plasebo.
Hasil studi terbesar yang pernah dilakukan pada populasi pasien ATTR-CM ini dipresentasikan dalam sesi Hot Line di European Society of Cardiology Congress. Secara bersamaan, temuan tersebut juga diterbitkan dalam jurnal The New England Journal of Medicine. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas eplontersen sebagai terapi tambahan.
Dalam analisis populasi studi secara keseluruhan, eplontersen tidak menunjukkan penurunan yang signifikan terhadap risiko yang menjadi titik akhir primer. Hal ini mengindikasikan bahwa, setidaknya pada kelompok pasien yang lebih luas ini, tambahan eplontersen tidak memberikan keunggulan dibandingkan dengan perawatan yang telah menjadi standar.
Meskipun demikian, para peneliti terus mendalami subkelompok pasien tertentu untuk mencari potensi manfaat yang mungkin belum terlihat dalam analisis populasi umum. Data dari CARDIO-TTRansform diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran terapi berbasis eplontersen di masa depan bagi penanganan ATTR-CM.
