Taiwan mengerahkan kekuatan militernya untuk bersiaga menghadapi potensi serangan dari Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Peningkatan kesiagaan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan, pada Selasa (21/5/2024), bahwa latihan militer gabungan skala besar yang dilakukan PLA di sekitar Taiwan merupakan indikator kesiapan tempur yang serius. Latihan ini, yang melibatkan kapal induk dan pesawat tempur, dinilai sebagai simulasi serangan terhadap pulau tersebut.
Menanggapi ancaman tersebut, Taiwan tidak tinggal diam. Pihak militer Taiwan telah melakukan penempatan rudal pertahanan di berbagai lokasi strategis. Rudal-rudal ini, termasuk sistem pertahanan udara Patriot, diharapkan mampu memberikan perlindungan efektif terhadap serangan udara dari China.
Seorang pejabat senior pertahanan Taiwan, yang tidak disebutkan namanya, mengungkapkan kekhawatiran atas manuver PLA. “Kami memantau dengan cermat setiap pergerakan yang dilakukan oleh PLA. Kami siap untuk mempertahankan diri jika diperlukan,” ujarnya.
Selain memperkuat pertahanan udara, Taiwan juga meningkatkan patroli maritim dan udara di sekitar wilayahnya. Kapal-kapal perang dan pesawat tempur Taiwan dikerahkan untuk mengawasi aktivitas kapal dan pesawat militer China yang mendekati perbatasan udara dan laut Taiwan.
Ketegangan antara Taiwan dan China telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah kunjungan pejabat tinggi Amerika Serikat ke Taipei. China memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan bertekad untuk menyatukannya kembali, bahkan jika perlu dengan kekuatan militer. Sementara itu, Taiwan menegaskan kedaulatannya dan menolak klaim Beijing.
Amerika Serikat, sebagai sekutu utama Taiwan, telah menyatakan komitmennya untuk membantu Taiwan mempertahankan diri. Namun, detail mengenai bentuk bantuan tersebut masih menjadi subjek spekulasi dan perdebatan internasional.
Situasi ini terus menjadi sorotan komunitas internasional, mengingat potensi dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh konflik bersenjata di Selat Taiwan terhadap stabilitas regional dan global.
