Ratusan orang dilaporkan tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet. Bencana alam yang terjadi pada hari Minggu, 15 Oktober 2023, ini menimbulkan duka mendalam bagi kedua negara.
Pihak berwenang Nepal mengonfirmasi jumlah korban jiwa yang terus bertambah, meskipun upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Akibat intensitas hujan yang tinggi, aliran air Sungai Sunkoshi meluap deras, menghanyutkan permukiman warga dan merusak infrastruktur.
Di sisi Tibet, wilayah otonom Tiongkok, dilaporkan pula sejumlah korban jiwa dan kerusakan parah. Banjir bandang juga memicu tanah longsor yang menutup akses jalan dan memperlambat proses evakuasi serta distribusi bantuan. Pemerintah Tiongkok telah mengerahkan tim SAR gabungan untuk membantu penanganan bencana di wilayahnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nepal, Anil Bhattarai, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban yang masih terjebak dan memberikan pertolongan kepada warga yang terdampak. “Kami bekerja keras untuk mencapai daerah-daerah terpencil yang paling parah terkena dampak,” ujar Bhattarai dalam sebuah konferensi pers pada Senin, 16 Oktober 2023.
Bencana ini diperkirakan akan menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan, mengingat banyak lahan pertanian dan mata pencaharian warga yang hancur. Pemerintah Nepal dan Tiongkok berencana untuk segera melakukan penilaian kerusakan dan merancang langkah-langkah pemulihan jangka panjang.
Meskipun rincian pasti mengenai penyebab dan skala kerusakan masih dalam proses pendataan, para ahli meteorologi menduga bahwa pola cuaca ekstrem yang tidak biasa menjadi pemicu utama kejadian ini. Curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat membebani sistem drainase alami dan menyebabkan luapan sungai yang dahsyat.
Sejumlah organisasi kemanusiaan internasional telah menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan bantuan. Namun, akses yang sulit ke beberapa lokasi terdampak menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat dan tim bantuan.
