Badan Geologi (BGN) tengah menjajaki penggunaan teknologi sensor uap kimia dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai alat untuk mendeteksi potensi keracunan makanan dalam program Makanan Bergizi Gizi (MBG). Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pengawasan keamanan pangan, terutama dalam konteks program yang melibatkan penyediaan makanan berskala besar.
Uji coba dan kajian mendalam sedang dilakukan oleh BGN untuk memastikan efektivitas dan keandalan sensor uap kimia BRIN dalam mendeteksi senyawa-senyawa berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Jika terbukti efektif, teknologi ini berpotensi menjadi instrumen vital dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan yang disajikan dalam program MBG.
Menurut Kepala Badan Geologi, Dr. Muhammad Wafid, pihaknya sangat antusias dengan potensi aplikasi sensor BRIN ini. “Kami melihat sensor uap kimia BRIN ini punya potensi besar untuk mendeteksi dini potensi keracunan makanan pada produk-produk program MBG,” ujar Dr. Wafid. Ia menambahkan bahwa percepatan pengawasan keamanan makanan adalah kunci utama dalam program seperti MBG, di mana kualitas dan keamanan pangan harus terjamin setiap saat.
Pengembangan sensor uap kimia ini merupakan salah satu upaya BRIN dalam menyediakan solusi teknologi inovatif untuk berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan. Sensor ini dirancang untuk mendeteksi jejak senyawa volatil yang mungkin terkandung dalam makanan dan dapat menjadi indikator awal adanya kontaminasi atau pembusukan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Lebih lanjut, Dr. Wafid menjelaskan bahwa proses kajian ini melibatkan kolaborasi erat antara BGN dan BRIN. Tujuannya adalah untuk mengadaptasi teknologi sensor agar sesuai dengan kebutuhan spesifik pengawasan pangan dalam program MBG. “Harapannya, dengan adanya teknologi ini, pengawasan makanan aman dalam program MBG bisa lebih cepat dan akurat, sehingga risiko keracunan makanan dapat diminimalisir,” pungkasnya.
Penerapan teknologi sensor uap kimia ini merupakan bagian dari strategi BGN untuk terus meningkatkan standar keamanan pangan yang dikelola dalam program pemerintah. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi riset, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat kesehatan yang maksimal bagi masyarakat.
