Thursday, 27 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Waspada Garam Tersembunyi: Ancaman Hipertensi dan Beban Ginjal

Oleh Muzairi M August 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang berisiko memicu hipertensi dan membebani fungsi ginjal. Tanpa disadari, banyak makanan sehari-hari yang menyimpan kandungan garam tinggi, seringkali dalam bentuk tersembunyi.

Garam, atau natrium klorida, merupakan komponen penting dalam tubuh manusia. Namun, asupan yang melebihi batas rekomendasi harian dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan natrium tidak lebih dari 2.000 miligram per hari, setara dengan sekitar satu sendok teh garam.

Kelebihan natrium memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring dan membuangnya dari tubuh. Proses ini dapat merusak ginjal seiring waktu dan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Selain itu, natrium berlebih juga menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang berdampak pada peningkatan volume darah dan akhirnya menaikkan tekanan darah.

Bahaya terbesar datang dari garam tersembunyi yang terdapat dalam berbagai produk makanan olahan. Makanan seperti roti, sereal, saus, kecap, abon, kerupuk, mi instan, hingga makanan beku seringkali mengandung natrium dalam jumlah signifikan. Bahkan, makanan yang tidak terasa asin sekalipun bisa jadi kaya akan garam.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. dr. Erlang Samodra, Sp.PD-KGH, mengingatkan pentingnya membaca label informasi nilai gizi pada kemasan produk. “Perhatikan jumlah natrium yang tertera pada label. Pilihlah produk dengan kandungan natrium yang lebih rendah untuk meminimalkan risiko,” ujar Dr. Erlang.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, konsumsi garam rumah tangga di Indonesia mencapai rata-rata 4,9 gram per hari per kapita, jauh melebihi rekomendasi WHO. Angka ini menunjukkan tingginya paparan natrium di masyarakat, yang berkontribusi pada prevalensi hipertensi yang terus meningkat.

Untuk mengurangi asupan garam tersembunyi, disarankan untuk lebih sering mengonsumsi makanan segar dan mengolah masakan sendiri di rumah. Dengan begitu, kita memiliki kontrol penuh terhadap jumlah garam yang digunakan. Membatasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, dan camilan asin juga merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan ginjal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp