Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani sebuah proklamasi baru yang bertujuan untuk menekan lonjakan harga daging sapi tanpa lemak di dalam negeri. Langkah ini, yang diambil pada hari Rabu, 24 Juli 2019, membuka keran impor daging sapi dalam jumlah yang lebih besar, sebuah kebijakan yang langsung menuai reaksi keras dari para peternak di seluruh Amerika Serikat.
Kebijakan impor daging sapi ini merupakan respons langsung terhadap kenaikan harga yang dirasakan oleh konsumen. Menurut data yang dirilis, harga daging sapi tanpa lemak telah mengalami peningkatan signifikan, membebani anggaran rumah tangga. Presiden Trump menyatakan bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk menjaga keterjangkauan pangan bagi seluruh warga Amerika.
“Kami tidak bisa membiarkan harga pangan naik begitu tinggi,” ujar Presiden Trump dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih. “Proklamasi ini akan membantu menurunkan harga dan memastikan bahwa keluarga Amerika dapat membeli daging sapi dengan harga yang wajar.”
Namun, keputusan ini justru menimbulkan kegelisahan di kalangan peternak sapi domestik. Organisasi peternak seperti National Cattlemen’s Beef Association (NCBA) menyuarakan kekecewaan mereka. Sarah Smith, seorang peternak sapi dari Texas, mengungkapkan keprihatinannya. “Ini adalah pukulan telak bagi kami. Kami sudah berjuang keras untuk menjaga usaha kami tetap berjalan, dan sekarang kami harus bersaing dengan daging sapi impor yang mungkin saja diproduksi dengan standar yang berbeda,” katanya.
NCBA berpendapat bahwa lonjakan harga daging sapi bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan domestik, melainkan oleh faktor lain seperti tingginya permintaan dan biaya operasional peternakan yang meningkat. Mereka berargumen bahwa membuka pintu impor secara besar-besaran justru dapat merusak industri peternakan Amerika dalam jangka panjang. “Kami meminta pemerintah untuk fokus pada solusi yang mendukung peternak lokal, bukan malah membuka pasar bagi pesaing asing,” tambah perwakilan NCBA.
Proklamasi baru ini mengizinkan peningkatan kuota impor daging sapi tanpa lemak hingga 10.000 metrik ton per bulan selama periode tertentu. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat memberikan kelegaan bagi konsumen dalam jangka pendek, sembari terus mengkaji langkah-langkah strategis untuk mendukung stabilitas industri peternakan nasional.
