Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Nilai Tukar Rupiah Dinilai Masih di Bawah Fundamental, BI Ungkap Potensi Penguatan

Oleh Yohanes August 26, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued. Pernyataan ini disampaikan di tengah fluktuasi mata uang yang terjadi belakangan ini.

Menurut Destry, kondisi undervalued ini menunjukkan adanya potensi penguatan nilai tukar rupiah di masa mendatang. Ia optimis bahwa dengan pengelolaan kebijakan yang tepat oleh Bank Indonesia, rupiah dapat bergerak mendekati nilai intrinsiknya.

Lebih lanjut, Destry Damayanti juga mengkonfirmasi bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terkini berada di kisaran Rp17.717 per dolar AS. Angka ini menjadi acuan dalam analisisnya mengenai posisi rupiah saat ini. Ia menekankan bahwa penguatan rupiah tidak hanya penting bagi stabilitas ekonomi dalam negeri, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Dalam pandangannya, faktor-faktor fundamental ekonomi Indonesia yang kuat menjadi landasan keyakinannya terhadap potensi penguatan rupiah. Kinerja ekspor yang positif, stabilitas inflasi, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang cerah menjadi beberapa indikator yang mendukung pandangan tersebut. Destry berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental ekonomi melalui kebijakan moneter dan makroprudensial yang prudent dan terukur.

Destry Damayanti juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter diharapkan dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi penguatan rupiah. Ia berjanji akan mengawal kebijakan yang pro-pertumbuhan dan pro-stabilitas, serta menjaga kepercayaan pasar terhadap otoritas moneter Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp