Francesco "Pecco" Bagnaia, juara dunia MotoGP dua kali, telah secara resmi dikonfirmasi bergabung dengan tim pabrikan Aprilia Racing untuk musim 2027. Pengumuman bersejarah ini mengakhiri spekulasi panjang dan menandai babak baru yang signifikan dalam karir pembalap Italia tersebut serta peta kekuatan di MotoGP. Bagnaia menandatangani kontrak berdurasi empat tahun yang akan mengikatnya bersama Aprilia hingga akhir musim 2030.
Langkah ini menjadi perpindahan besar bagi Bagnaia, yang sepanjang karir kelas premier-nya identik dengan pabrikan Ducati. Ia memulai debutnya di MotoGP bersama tim satelit Pramac sebelum naik ke tim pabrikan Ducati Lenovo sejak 2021. Di bawah bendera merah Borgo Panigale, Bagnaia berhasil mengukir sejarah sebagai juara dunia MotoGP pertama Ducati sejak Casey Stoner pada tahun 2007, dengan mengulang pencapaian prestisius tersebut pada musim 2022 dan 2023.
Namun, kini Bagnaia akan memulai perjalanan baru bersama Aprilia, di mana ia akan berduet dengan sahabat karibnya sekaligus pemimpin klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP saat ini, Marco Bezzecchi. Kolaborasi dua bintang Italia ini diharapkan dapat membawa performa Aprilia ke level yang lebih tinggi lagi, terutama menjelang perubahan regulasi mesin menjadi 850cc dan penggunaan ban Pirelli mulai tahun 2027.
Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing, menyambut hangat kedatangan Bagnaia. Ia menyatakan bahwa keputusan ini sejalan dengan visi Aprilia untuk mendukung talenta Italia, yang terbukti bersinar di berbagai cabang olahraga. "Michele Colaninno dan saya memiliki visi yang sama untuk mendukung Italia, itulah mengapa kami berdua memikirkan Marco dan Pecco bersama untuk babak selanjutnya dari Aprilia Racing," ujar Rivola.
Rivola menambahkan, kedatangan Bagnaia menjadi bukti nilai olahraga Italia yang semakin diakui di kancah internasional, menyusul kesuksesan pembalap seperti Kimi Antonelli di Formula 1, petenis Jannik Sinner, dan Federica Brignone di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. "Oleh karena itu, menyambut Pecco membuat kami bangga dan memberikan dorongan lebih lanjut bagi olahraga Italia secara internasional. Kami akan menyambut dia dan keluarganya dengan hangat, tetapi pertama-tama kami akan mencoba mengalahkannya!" tegas Rivola, menunjukkan ambisi besar tim.
Kepindahan Bagnaia ke Aprilia secara resmi menggantikan Jorge Martin, yang sebelumnya telah mengkonfirmasi kepindahannya ke tim Aprilia setelah berhasil mengungguli Bagnaia dalam perebutan gelar juara dunia 2024 bersama Pramac. Pengumuman Aprilia ini menyusul konfirmasi dari Ducati pada Rabu (26/6) lalu bahwa Bagnaia akan meninggalkan tim pabrikan tersebut, dengan Pedro Acosta dipastikan menjadi penggantinya di tim Ducati Lenovo.
Musim 2024 sendiri menjadi musim yang cukup menantang bagi Bagnaia, di mana ia sempat tertinggal dari rekan setim barunya di Ducati, Marc Marquez. Meskipun berhasil meraih empat kemenangan balapan, Bagnaia akhirnya harus puas finis di posisi kelima klasemen akhir. Perjuangannya dengan motor GP25 menjadi sorotan, dan keputusan untuk mencari tantangan baru di Aprilia tampaknya menjadi langkah strategis untuk kembali merengkuh performa terbaiknya.
Sebelum keputusan final ini, Bagnaia dikabarkan mempertimbangkan beberapa opsi, termasuk kemungkinan bertahan di Ducati dengan bergabung ke tim VR46, atau pindah ke tim pabrikan Yamaha atau Aprilia untuk menghadapi era baru 850cc dan ban Pirelli. Keputusan akhir Bagnaia disebut terpengaruh setelah tes pramusim terakhir di Buriram, Thailand.
Kepindahan Bagnaia ke Aprilia terbilang berani mengingat performa impresif tim asal Noale tersebut saat ini. Aprilia berhasil mengungguli Ducati dalam klasemen pembalap dengan duo Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, serta memimpin klasemen tim dan pabrikan. Bagnaia sendiri saat ini berada di posisi ketujuh klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP 2024, namun baru saja meraih kemenangan pertamanya musim ini di balapan Sprint Sirkuit Brno akhir pekan lalu.
Dengan Marco Bezzecchi yang telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Aprilia sebelum musim dimulai, kepindahan Jorge Martin ke Yamaha tampaknya akan menjadi konsekuensi logis dari pergeseran besar ini. Keputusan Bagnaia untuk bergabung dengan Aprilia menandakan kepercayaan besar pada potensi motor RS-GP dan visi jangka panjang tim Italia tersebut dalam menghadapi perubahan regulasi yang akan datang. Kehadiran juara dunia seperti Bagnaia diprediksi akan semakin memanaskan persaingan di MotoGP dalam beberapa tahun mendatang.











