Sebuah insiden tragis mengguncang Rumah Sakit Ibu dan Anak Mother and Child Hospital di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (28/10/2023) dini hari. Api yang berkobar hebat dilaporkan telah merenggut nyawa 15 bayi yang tengah menjalani perawatan intensif di unit perawatan neonatus.
Menurut laporan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di unit perawatan intensif bayi. Petugas pemadam kebakaran bergegas ke lokasi kejadian, namun upaya penyelamatan terkendala oleh kobaran api yang begitu besar. Saksi mata melaporkan kepanikan yang luar biasa saat petugas berusaha mengevakuasi pasien, terutama bayi-bayi yang rentan.
Juru bicara rumah sakit, Dr. Naseer Khan, dalam pernyataannya kepada media, mengungkapkan kesedihan mendalam atas musibah ini. “Kami sangat berduka atas kehilangan nyawa 15 bayi yang berharga ini. Ini adalah hari yang sangat gelap bagi kami dan seluruh masyarakat,” ujar Dr. Khan.
Penyelidikan mendalam sedang dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan mengevaluasi prosedur keselamatan yang ada di rumah sakit tersebut. Menteri Kesehatan Pakistan, Abdul Qadir Patel, telah memerintahkan investigasi segera dan berjanji akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan kelalaian.
“Kami akan memastikan penyebab kebakaran ini terungkap sepenuhnya dan akan meninjau semua protokol keselamatan di semua fasilitas kesehatan di negara ini. Keselamatan pasien adalah prioritas utama kami,” tegas Menteri Patel.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat dan para profesional medis. Berbagai pihak menyerukan peningkatan standar keselamatan di rumah sakit-rumah sakit di Pakistan, terutama yang menangani pasien rentan seperti bayi baru lahir.
Pihak rumah sakit telah memberikan kompensasi awal kepada keluarga korban. Sementara itu, proses identifikasi jenazah bayi-bayi yang menjadi korban kebakaran masih terus berlangsung.
