Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Studi Awal: Hentikan Penggunaan Mitela Segera Pasca Operasi Bahu Terbalik Tak Pengaruhi Pemulihan Jangka Pendek

Oleh Rini Widiyarti August 26, 2026 2 hours lalu 0 komentar

SEATTLE – Pasien yang menjalani operasi penggantian sendi bahu terbalik (reverse shoulder arthroplasty) ternyata tidak perlu lagi dibebani dengan penggunaan mitela (sling) dalam jangka panjang. Hasil studi sementara yang dipresentasikan pada Pertemuan Tahunan American Orthopaedic Society for Sports Medicine (AOSSM) mengindikasikan bahwa menghentikan penggunaan mitela segera setelah prosedur tersebut tidak mengkompromikan pemulihan jangka pendek pasien.

Temuan ini berpotensi mengubah praktik klinis yang selama ini umum dilakukan. Secara historis, mitela memang digunakan untuk melindungi sendi bahu selama fase penyembuhan awal. Namun, menurut Sophia McMahon, seorang mahasiswa kedokteran di Lewis Katz School of Medicine, Temple University, belum ada konsensus yang jelas mengenai durasi imobilisasi yang dibutuhkan oleh pasien.

“Hasil kami menunjukkan bahwa imobilisasi ketat yang berkepanjangan tidak diperlukan,” ujar McMahon. Studi yang melibatkan pasien pasca reverse shoulder arthroplasty ini membandingkan dua kelompok. Kelompok pertama menghentikan penggunaan mitela segera setelah operasi, sementara kelompok kedua melanjutkan penggunaan mitela selama empat minggu.

Para peneliti kemudian mengevaluasi berbagai parameter pemulihan, termasuk tingkat nyeri, rentang gerak, dan kekuatan otot bahu pada kedua kelompok dalam kurun waktu enam minggu pasca operasi. Data awal menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok dalam hal parameter-parameter tersebut. Pasien yang segera melepas mitela melaporkan tingkat nyeri yang serupa dan menunjukkan kemajuan dalam rentang gerak serta kekuatan bahu yang sebanding dengan mereka yang menggunakan mitela lebih lama.

McMahon menambahkan, “Temuan ini membuka kemungkinan untuk memodifikasi protokol pasca operasi. Pasien mungkin dapat memulai rehabilitasi lebih awal, yang berpotensi mempercepat pemulihan fungsional secara keseluruhan.” Ia menekankan bahwa penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar dan periode tindak lanjut yang lebih panjang masih diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan awal ini dan mengeksplorasi dampaknya terhadap hasil jangka panjang.

Meskipun demikian, studi ini memberikan sinyal positif bagi para ahli bedah ortopedi dan pasien, menawarkan potensi untuk meningkatkan kenyamanan pasca operasi dan mempercepat kembalinya aktivitas sehari-hari tanpa mengorbankan keamanan dan efektivitas penyembuhan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp