Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
BERITA

Warga Desa Latung NTT Hidup dalam Ketidakpastian Pasca Gempa, Menanti Uluran Bantuan

Oleh Emanuel August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Manggarai, Nusa Tenggara Timur — Ratusan warga Desa Latung, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, terpaksa hidup dalam tenda darurat setelah rumah mereka rusak parah akibat gempa yang mengguncang wilayah tersebut. Hingga kini, bantuan pemerintah belum sepenuhnya menjangkau mereka, meninggalkan para pengungsi dalam kondisi yang memprihatinkan dan sangat membutuhkan pasokan medis serta tempat berlindung yang lebih memadai.

Gempa yang terjadi pada tanggal 20 November 2023 lalu, dengan magnitudo 6,5 dan berpusat di laut Flores, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Desa Latung. Sebagian besar bangunan rumah warga mengalami kerusakan, memaksa mereka meninggalkan kediaman dan berlindung di bawah terpal dan tenda seadanya. Suasana keputusasaan mulai terasa di antara warga yang terus berjuang bertahan hidup di tengah minimnya fasilitas.

Kebutuhan mendesak yang dirasakan oleh para pengungsi adalah obat-obatan dan tenda yang lebih layak. “Kami sangat membutuhkan obat-obatan, terutama untuk anak-anak dan orang tua yang mulai sakit. Tenda yang ada sekarang sangat tidak layak dan tidak mampu melindungi kami dari cuaca,” ujar salah seorang warga, Maria Goreti, dengan nada prihatin. Ia menambahkan bahwa banyak warga yang mulai terserang penyakit ringan seperti batuk dan flu akibat kondisi pengungsian yang tidak higienis.

Kepala Desa Latung, Yoseph Jemrin, membenarkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah belum sepenuhnya tersalurkan ke warganya. “Kami sudah melaporkan kondisi ini dan berulang kali meminta bantuan, namun hingga saat ini belum ada kabar pasti kapan bantuan akan datang,” ungkap Yoseph. Ia berharap agar pemerintah segera memberikan perhatian lebih serius kepada warga Desa Latung, mengingat situasi yang semakin memburuk setiap harinya. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan sanitasi juga sangat dibutuhkan untuk mencegah penyebaran penyakit di lokasi pengungsian.

Para pengungsi berharap ada perhatian lebih dari berbagai pihak, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat luas. Mereka menantikan uluran tangan untuk meringankan beban mereka dan membantu memulihkan kehidupan pasca bencana. Kondisi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan tanggap bencana dan kecepatan penyaluran bantuan kepada korban terdampak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp