Sebanyak 10 dosen dari Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN) telah menyelesaikan program pelatihan intensif di bidang keamanan siber yang diselenggarakan di Korea Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk membentuk pusat pendidikan vokasi keamanan siber atau Cyber Security Vocational Center di Indonesia.
Pelatihan yang berlangsung selama 20 hari ini, dari 10 hingga 29 Mei 2024, difokuskan pada penguatan kompetensi dosen dalam menghadapi tantangan keamanan siber yang kian kompleks. Para dosen ini mendapatkan materi dan praktik langsung dari para ahli di Korea Selatan, sebuah negara yang dikenal maju dalam teknologi dan keamanan digital.
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, dalam keterangan resminya menekankan pentingnya kolaborasi internasional ini. “Program ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam pembentukan pusat pendidikan vokasi keamanan siber di Indonesia,” ujar Hinsa Siburian pada acara penutupan pelatihan di Korea Selatan.
Program pelatihan ini dirancang untuk membekali para dosen PSSN dengan pengetahuan mendalam serta keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan terbaru di dunia keamanan siber. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari analisis ancaman siber, penanganan insiden, hingga pengembangan solusi keamanan yang inovatif.
Melalui program ini, diharapkan para dosen dapat mentransfer ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada mahasiswa PSSN. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas lulusan PSSN yang siap terjun ke dunia kerja dan berkontribusi dalam menjaga keamanan siber nasional. Pembentukan Cyber Security Vocational Center menjadi prioritas BSSN untuk menjawab kebutuhan tenaga ahli keamanan siber yang terus meningkat.
