Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah berupaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di ibu kota untuk menembus pasar internasional. Melalui partisipasi dalam ajang bergengsi China International Import Expo (CIIE) 2026, Pemprov DKI Jakarta menargetkan peningkatan peluang bisnis dan kerja sama internasional bagi para pelaku UMKM.
Dorongan ini disampaikan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, dalam sebuah kesempatan. Beliau menekankan pentingnya UMKM Jakarta untuk dapat bersaing di kancah global. “Kita akan coba dorong UMKM Jakarta untuk bisa masuk ke dalam CIIE,” ujar Heru Budi Hartono. Ia menambahkan bahwa partisipasi dalam pameran internasional seperti CIIE diharapkan dapat membuka gerbang baru bagi produk-produk UMKM lokal untuk dikenal dan diminati oleh pasar mancanegara.
CIIE sendiri merupakan salah satu pameran impor terbesar di dunia yang diselenggarakan di Shanghai, Tiongkok. Ajang ini menjadi platform strategis bagi perusahaan-perusahaan dari seluruh dunia untuk memamerkan produk dan jasa mereka, serta menjajaki peluang bisnis dan investasi. Bagi UMKM Jakarta, ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan keunikan produk mereka, mulai dari kerajinan tangan, produk kuliner, hingga inovasi lainnya.
Lebih lanjut, Heru Budi Hartono optimis bahwa partisipasi dalam CIIE 2026 dapat memberikan dampak positif yang signifikan. “Harapan kita dengan adanya acara-acara seperti ini, bisa meningkatkan UMKM kita, bisa meningkatkan kerja sama internasional,” jelasnya. Diharapkan, melalui pameran ini, UMKM Jakarta tidak hanya mampu meningkatkan volume ekspor, tetapi juga dapat menjalin kemitraan strategis dengan pelaku bisnis internasional, yang pada gilirannya akan memperkuat perekonomian daerah.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh bagi UMKM yang berminat untuk berpartisipasi dalam CIIE 2026. Dukungan ini kemungkinan akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pendampingan dalam persiapan produk, fasilitasi pendaftaran, hingga bantuan dalam promosi. Langkah ini sejalan dengan visi Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif yang berdaya saing global, di mana UMKM memegang peranan penting dalam kemajuan ekonomi tersebut.
