Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
DUNIA

Ketua DPR AS: Konflik dengan Iran di Ambang Eskalasi Baru

Oleh Heni Maulidya August 25, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, Mike Johnson, menyatakan bahwa hubungan AS dengan Iran berada di ambang memasuki fase baru dalam konflik yang telah berlangsung. Klaim ini muncul seiring dengan minimnya indikasi meredanya ketegangan antara kedua negara, yang mengisyaratkan potensi eskalasi lebih lanjut.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Rabu (10/4/2024), Johnson mengemukakan kekhawatiran mendalam mengenai arah perkembangan situasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah memberikan peringatan kepada Iran mengenai kemungkinan serangan balasan yang akan segera terjadi. Pernyataan ini dilontarkan setelah Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) sebagai respons atas serangan di konsulat Iran di Damaskus pada 1 April 2024.

Menurut Johnson, respons Iran terhadap serangan di konsulatnya di Damaskus, yang menewaskan dua jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, merupakan sebuah langkah yang signifikan. “Kami telah memperingatkan Iran bahwa serangan balasan akan segera terjadi,” ujar Johnson, mengutip pernyataan dari Gedung Putih yang disampaikan kepada Iran. Ia menambahkan, “Yang saya lihat adalah Iran telah meningkatkan dan memperluas permusuhan mereka terhadap Israel dan Amerika Serikat.”

Lebih lanjut, Johnson menekankan bahwa serangan Iran ke Israel ini merupakan respons langsung terhadap insiden di Damaskus. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan serangan tersebut berlalu begitu saja. “Kami tidak akan membiarkan serangan itu lolos begitu saja,” tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen AS untuk mendukung Israel dan menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir, dipicu oleh berbagai insiden di kawasan tersebut. Serangan terhadap konsulat Iran di Damaskus, yang diduga kuat dilakukan oleh Israel, menjadi titik pemicu terbaru yang mendorong Iran untuk melancarkan serangan balasan berskala besar. Respons Iran ini kemudian dibalas oleh Amerika Serikat dengan peringatan keras dan penegasan sikap untuk tidak tinggal diam, mengindikasikan potensi pergeseran dinamika konflik di antara kedua negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp