Sebuah insiden kebakaran melanda kawasan rumah adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu malam, 22 Agustus 2020. Api yang berkobar dengan cepat menghanguskan sejumlah bangunan tradisional yang menjadi ikon budaya Sasak.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 19.00 WITA. Petugas pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api, namun besarnya kobaran api dan material bangunan yang mudah terbakar membuat upaya pemadaman berlangsung alot. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran tersebut.
Akibat kejadian ini, ratusan warga yang mendiami rumah-rumah adat tersebut terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda yang tidak sempat diselamatkan. Kepanikan sempat terjadi saat api mulai membesar dan merambat.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lombok Tengah, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Herry Rayadi, dalam keterangannya kepada pers, Minggu (23/8), menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. “Kita masih melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran ini,” ujar AKBP Herry Rayadi.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, M. Nursyamsi, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 15 unit rumah adat terbakar dalam insiden tersebut. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mendirikan posko pengungsian dan mendistribusikan bantuan logistik untuk para korban. “Kami sudah mendirikan posko pengungsian dan memberikan bantuan seperti terpal, selimut, dan makanan,” jelas M. Nursyamsi.
Rumah Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang terkenal di Lombok. Bangunan-bangunan tradisional ini dihuni oleh Suku Sasak dan menjadi saksi bisu sejarah serta kearifan lokal masyarakat setempat. Kebakaran ini tentu menjadi pukulan telak bagi pelestarian budaya dan pariwisata di daerah tersebut.
