Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono memaparkan progres signifikan dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Proyek ambisius ini ditargetkan rampung secara keseluruhan pada akhir tahun 2026, menandai babak baru dalam pemberdayaan nelayan di seluruh Indonesia.
Perjalanan pembangunan KNMP tidak serta merta dilakukan. KKP memulai langkah awal dengan proyek percontohan di Kampung Binyeri, Biak, pada tahun 2023. Tujuannya adalah untuk menguji coba dan mengevaluasi model kampung nelayan yang inovatif. Selama periode pemantauan yang memakan waktu kurang lebih dua tahun, KKP secara cermat mengukur dampak kehadiran kampung nelayan terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan para nelayan, terutama yang berada di wilayah terpencil dan minim akses.
"Ternyata hasilnya sangat bagus," ujar Menteri Trenggono dalam sesi Economic Update 2026 CNBC Indonesia yang mengusung tema "Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian" pada Rabu (24/6/2026). Beliau melanjutkan, "lalu kemudian kami laporkan kepada Bapak Presiden, Bapak Presiden minta agar dilakukan dan pada waktu itu saya lapor di bulan September 2025, lalu kemudian di jeda waktu yang September, Oktober, November, Desember, 4 bulan itu untuk kemudian dibangun 100 titik gitu."
Antusiasme Presiden terhadap hasil positif proyek percontohan mendorong percepatan program. Berdasarkan arahan tersebut, KKP segera merancang strategi untuk membangun 100 titik kampung nelayan dalam kurun waktu empat bulan setelah laporan disampaikan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mentransformasi kehidupan nelayan.
Hingga saat ini, upaya pembangunan kampung nelayan telah menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Sebanyak 65 titik telah berhasil dibangun dan siap beroperasi. Sementara itu, 35 titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian dan diproyeksikan akan rampung pada bulan Agustus 2026. Dengan target yang terus dikejar, KKP optimis dapat mencapai sasaran pembangunan kampung nelayan di 1.269 lokasi sepanjang tahun 2026. Jika semua target tercapai, Indonesia akan memiliki total 1.369 kampung nelayan yang beroperasi aktif pada akhir tahun 2026.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur fisik, Menteri Trenggono menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama agar kampung nelayan dapat berfungsi secara optimal. Oleh karena itu, KKP tengah gencar melakukan rekrutmen tenaga kerja yang akan didedikasikan untuk mengelola setiap lokasi kampung nelayan yang telah dibangun.
"Jadi satu lokasi itu kurang lebih sekitar 4 orang ya. Jadi dengan 4 orang yang direkrut, nanti ada manajer, ada yang kemudian operasional," jelas Menteri Trenggono, merinci kebutuhan personel di setiap kampung nelayan. Kebutuhan ini mencakup peran manajerial hingga operasional, memastikan setiap aspek pengelolaan berjalan lancar.
Proses rekrutmen ini merupakan langkah awal dari program pengembangan SDM yang komprehensif. Setelah terpilih, para tenaga kerja ini akan menjalani pelatihan dan pendidikan intensif. Tujuannya adalah membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola potensi sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah masing-masing, serta melayani kebutuhan masyarakat nelayan. Dengan SDM yang mumpuni, kampung nelayan diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan nelayan.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan bagian dari upaya KKP dalam mewujudkan ekosistem kelautan dan perikanan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Konsep KNMP tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas penangkapan ikan yang lebih baik, tetapi juga mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Diharapkan, kehadiran kampung nelayan ini dapat menjadi solusi multifaset untuk berbagai tantangan yang dihadapi nelayan, mulai dari akses pasar, permodalan, hingga peningkatan kualitas hidup.
Selain pembangunan fisik dan penguatan SDM, KKP juga terus berinovasi dalam pengembangan teknologi dan inovasi di sektor kelautan dan perikanan. Dukungan terhadap riset dan pengembangan, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan daya saing produk perikanan menjadi prioritas untuk memastikan keberlanjutan program ini dalam jangka panjang.
Dengan progres yang terus berjalan dan target yang ambisius, Menteri Trenggono optimis bahwa KNMP akan menjadi lokomotif penggerak kesejahteraan masyarakat nelayan di seluruh nusantara. Keberhasilan program ini tidak hanya akan meningkatkan taraf hidup nelayan, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional dan penguatan ekonomi biru Indonesia.
Pembangunan kampung nelayan ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam memperkuat sektor maritim sebagai pilar pembangunan nasional. Melalui kolaborasi antara pemerintah, nelayan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, diharapkan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dapat terwujud. Target akhir 2026 menjadi penanda penting dalam perjalanan KKP untuk mewujudkan ekosistem kelautan dan perikanan yang lebih maju dan sejahtera.











