Prabowo Heran Ada Penolakan Program Makan Bergizi Gratis: "Ini untuk Membantu yang Susah"

Darus H

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keheranannya atas adanya gelombang penolakan terhadap program makan bergizi gratis (MBG) yang dinilainya bertujuan mulia untuk membantu masyarakat kurang mampu. Pernyataan ini disampaikan di tengah penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juli 2026.

"Aneh, ada demo yang menentang MBG. MBG ini untuk membantu orang yang sulit, yang susah," ujar Prabowo dengan nada heran. Ia menegaskan bahwa program makan bergizi gratis ini bersifat sukarela dan tidak memaksa. Bagi masyarakat yang tergolong mampu, imbuhnya, tidak ada kewajiban untuk menerima manfaat dari program ini.

Namun, di balik sifat opsional tersebut, Prabowo menyoroti realitas kehidupan masyarakat yang masih banyak bergumul dengan kesulitan ekonomi. Ia menggambarkan bagaimana program MBG menjadi solusi krusial bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera yang seringkali berangkat sekolah tanpa sarapan. Bahkan, banyak anak yang terpaksa menyimpan bekal makanan mereka untuk dibawa pulang dan dibagikan kepada anggota keluarga lain, seperti orang tua, adik, atau nenek.

"Tapi banyak sekali anak-anak yang tidak mampu, berangkat sekolah tidak sarapan. Bahkan banyak anak-anak yang simpan makanan, dibawa pulang buat ibunya, bapaknya, adeknya dan neneknya. Rakyat kita banyak yang susah," kata Prabowo, menggarisbawahi urgensi program tersebut.

Lebih lanjut, Presiden membandingkan program MBG dengan inisiatif serupa yang telah berjalan di lebih dari seratus negara. Ia dengan tegas membantah anggapan bahwa program ini berpotensi menguras anggaran pendidikan. Menurutnya, anggaran pendidikan akan tetap berjalan normal, bahkan ada kemungkinan mengalami peningkatan di bawah kepemimpinannya.

"Seratus negara lebih punya program MBG. Program MBG ini tidak mengurangi anggaran lain. Anggaran pendidikan jalan terus, bahkan mungkin lebih besar di bawah pemerintah saya," jelasnya.

Prabowo mengaitkan keberhasilan pendanaan program MBG dengan komitmen kuat pemerintah dalam memberantas kebocoran anggaran dan praktik korupsi. Ia menyatakan bahwa dana yang berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan dialihkan langsung untuk program-program yang menyentuh rakyat. "Yang kita tahan adalah uang yang pasti dikorupsi. Kita bukan anak kecil. Kita pahamlah," tegasnya.

Sebagai bukti konkret efektivitas pengelolaan anggaran, Prabowo memaparkan sejumlah pencapaian signifikan dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pendidikan. Ia mencontohkan, dana sebesar Rp 5,4 triliun berhasil dialokasikan untuk pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer.

"Buktinya, uang Rp 5,4 triliun bisa bangun jalan 1000 km," ungkapnya. Selain itu, dalam kurun waktu 18 bulan masa kepemimpinannya, sebanyak 30 ribu sekolah telah berhasil diperbaiki. Pemerintah berencana untuk melanjutkan program perbaikan sekolah dengan menargetkan penambahan 30 ribu sekolah lagi pada tahun mendatang.

Program makan bergizi gratis ini memang menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam upaya penanganan stunting dan peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa masih ada sebagian besar anak usia sekolah yang mengalami masalah gizi buruk atau kurang gizi, yang berdampak pada tumbuh kembang kognitif dan fisik mereka.

Implementasi program MBG di tingkat daerah pun terus mendapatkan perhatian. Berbagai studi kasus menunjukkan dampak positif program ini terhadap kehadiran siswa di sekolah, konsentrasi belajar, serta penurunan angka putus sekolah. Para orang tua murid seringkali menyambut baik program ini karena meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memastikan anak-anak mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Terkait respons penolakan yang disebutkan oleh Presiden, analisis dari berbagai pengamat kebijakan publik menunjukkan bahwa isu tersebut mungkin muncul dari kelompok-kelompok yang memiliki kekhawatiran spesifik mengenai tata kelola anggaran, efektivitas program, atau bahkan isu-isu politik yang menyertainya. Namun, pemerintah melalui pernyataan Presiden Prabowo menekankan bahwa fokus utama program ini adalah kesejahteraan dan pemenuhan hak dasar anak atas gizi yang layak.

Di sisi lain, dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat, termasuk kelompok yang menyampaikan keberatan, dianggap penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas program. Penjelasan yang lebih mendalam mengenai mekanisme penyaluran, sumber pendanaan, serta target penerima manfaat diharapkan dapat meredam potensi kesalahpahaman dan membangun kepercayaan publik.

Meskipun ada gejolak penolakan, mayoritas masyarakat, terutama para pemangku kepentingan di sektor pendidikan dan kesehatan, melihat program makan bergizi gratis sebagai langkah strategis yang sejalan dengan tujuan pembangunan sumber daya manusia unggul. Dukungan dari organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama, yang memiliki jaringan luas hingga ke akar rumput, menjadi modal penting dalam memastikan keberhasilan program ini menjangkau seluruh anak Indonesia yang membutuhkan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All