Saturday, 22 August 2026
BREAKING
BERITA

Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Belajar di Sarawak, Malaysia

Oleh Emanuel August 21, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Ratusan sekolah di negara bagian Sarawak, Malaysia, terpaksa menghentikan aktivitas tatap muka akibat kabut asap pekat yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Sebanyak 591 sekolah ditutup, berdampak langsung pada 197.323 siswa yang kini menjalani pembelajaran dari rumah.

Keputusan penutupan sekolah ini diambil oleh otoritas Sarawak menyusul memburuknya kualitas udara di wilayah tersebut, yang telah mencapai tingkat berbahaya. Kabut asap yang menyelimuti wilayah ini merupakan konsekuensi langsung dari peristiwa karhutla yang terjadi di Indonesia, menunjukkan dampak lintas batas dari bencana lingkungan tersebut.

Kondisi udara yang memburuk memaksa pemerintah setempat untuk mengambil langkah drastis demi melindungi kesehatan para siswa. Dengan ditutupnya sekolah, metode pembelajaran tatap muka digantikan oleh pembelajaran berbasis rumah atau daring. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan meskipun para siswa tidak dapat hadir di sekolah.

Pemerintah Indonesia sendiri sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk menanggulangi karhutla. Pada 23 September 2019, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya penanganan karhutla dengan cepat. “Kita harus segera menangani kebakaran hutan dan lahan ini,” ujar Presiden Jokowi dalam sebuah pernyataan, menekankan upaya serius yang sedang dilakukan untuk memadamkan api dan mencegah meluasnya kebakaran.

Prakiraan cuaca juga menunjukkan bahwa kondisi ini kemungkinan akan berlangsung lebih lama. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 23 September 2019 memprediksi bahwa musim kemarau masih akan berlanjut hingga Oktober 2019. Prediksi ini mengindikasikan bahwa tantangan kabut asap lintas batas masih akan dihadapi oleh negara-negara tetangga dalam beberapa waktu ke depan, termasuk Malaysia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp