Friday, 21 August 2026
BREAKING
POLITIK

Karhutla di Kalimantan Timbulkan Korban Satwa, Ular Jadi yang Paling Terdampak

Oleh Danu Ilham August 21, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan telah menimbulkan dampak serius bagi satwa liar. Data terbaru menunjukkan bahwa ular merupakan jenis hewan yang paling banyak ditemukan mati akibat bencana ekologis ini. Selain ular, trenggiling juga tercatat sebagai salah satu satwa yang menjadi korban.

Penyebab utama kematian satwa ini adalah hilangnya habitat akibat api yang membakar hutan dan lahan gambut. Hewan-hewan tersebut tidak memiliki tempat berlindung dan sumber makanan yang memadai, serta terjebak oleh kobaran api yang meluas. Kondisi ini diperparah dengan minimnya upaya penyelamatan yang mampu menjangkau seluruh area terdampak.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Norhan, menyatakan keprihatinannya atas situasi ini. “Kami menemukan banyak ular mati, baik yang terbakar langsung maupun yang mati karena kelaparan dan dehidrasi,” ujar Norhan. Ia menambahkan bahwa timnya telah berupaya melakukan evakuasi dan penyelamatan, namun skala bencana yang besar membuat upaya tersebut belum optimal.

Menurut Norhan, setidaknya ada puluhan ular dari berbagai jenis yang berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup maupun mati. Namun, jumlah tersebut diperkirakan hanya sebagian kecil dari total korban sebenarnya. Ular-ular tersebut, termasuk jenis piton dan kobra, ditemukan di berbagai lokasi yang terdampak karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.

Selain ular, trenggiling juga menjadi perhatian serius. Hewan yang dilindungi ini seringkali kesulitan melarikan diri dari jilatan api karena mobilitasnya yang cenderung lambat. Akibatnya, banyak trenggiling yang ditemukan mati terpanggang atau terperangkap di area kebakaran.

BKSDA Kalimantan Tengah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk relawan dan organisasi pemerhati satwa, untuk meningkatkan upaya penyelamatan dan rehabilitasi satwa yang terdampak karhutla. Namun, solusi jangka panjang sangat dibutuhkan untuk mencegah terulangnya bencana serupa dan melindungi keanekaragaman hayati Kalimantan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp