Friday, 21 August 2026
BREAKING
DUNIA

Jerebu Karhutla RI Melintasi Batas Negara, Malaysia Tutup Sekolah

Oleh Heni Maulidya August 21, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Kualitas udara di beberapa negara tetangga dilaporkan memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Sumatra dan Kalimantan, Indonesia. Kondisi ini bahkan telah memicu penutupan sekolah di Malaysia, menunjukkan dampak meluas dari bencana lingkungan tersebut.

Pemerintah Malaysia mengambil langkah tegas dengan menutup 1.023 sekolah di empat negara bagian dan wilayah federal pada hari Selasa, 17 September 2019. Keputusan ini diambil setelah Indeks Pencemaran Udara (IPU) di beberapa lokasi mencapai level tidak sehat dan berbahaya. Menurut data dari Kementerian Pendidikan Malaysia, penutupan sekolah ini berdampak pada 689.660 siswa.

Menteri Pendidikan Malaysia, Dr. Maszlee Malik, menyatakan bahwa keselamatan siswa adalah prioritas utama. “Kami sentiasa memandang serius isu kualiti udara dan keselamatan pelajar. Penutupan sekolah ini adalah langkah berjaga-jaga,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan IPU dan akan mengumumkan kembali jika ada perubahan.

Meluasnya kabut asap ini bahkan menarik perhatian internasional. Laporan dari berbagai media asing menyebutkan bahwa dampak karhutla Indonesia sudah terasa hingga ke berbagai negara, bahkan diklaim mencapai California, Amerika Serikat, meskipun klaim tersebut belum terkonfirmasi secara independen dan lebih bersifat spekulatif terkait persepsi publik mengenai kualitas udara global.

Di Indonesia sendiri, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan masyarakat. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, pada Kamis, 19 September 2019, menyampaikan bahwa ada 23.401 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di seluruh Indonesia sejak Januari hingga 18 September 2019. Jumlah ini menunjukkan skala kebakaran yang sangat masif.

Presiden Joko Widodo telah berulang kali menekankan pentingnya penanganan karhutla yang serius dan meminta aparat untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan. “Jangan sampai kebakaran hutan dan lahan ini terus terjadi setiap tahunnya,” tegas Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan.

Kondisi darurat asap ini diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan, tergantung pada intensitas hujan dan keberhasilan upaya pemadaman. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah untuk melindungi kesehatan dari paparan asap.

Bagikan: Facebook X WhatsApp