Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, menunjukkan ketangguhan mental usai tersingkir di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di Wembley Arena, London. Meskipun langkah mereka terhenti lebih awal dari yang diharapkan, keduanya menegaskan komitmen untuk terus berjuang dan meningkatkan performa di ajang selanjutnya.
Kekalahan yang mereka alami dari wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, pada Selasa (20/08/2026) menjadi pelajaran berharga bagi Raymond/Joaquin. Mereka mengakui bahwa penampilan mereka belum optimal dan masih ada banyak ruang untuk perbaikan. “Kami tahu kami belum tampil maksimal, dan ini menjadi evaluasi penting bagi kami,” ujar Raymond setelah pertandingan.
Lebih lanjut, Raymond menambahkan bahwa pengalaman di Kejuaraan Dunia kali ini akan menjadi motivasi tambahan. “Kekalahan ini justru membuat kami semakin termotivasi untuk berlatih lebih keras dan memperbaiki kekurangan kami. Kami tidak akan patah semangat,” tegasnya.
Senada dengan Raymond, Nikolaus Joaquin juga menyatakan bahwa kekalahan ini bukanlah akhir dari segalanya. Ia dan pasangannya bertekad untuk bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik di turnamen-turnamen berikutnya. “Kami akan fokus pada evaluasi diri dan mempersiapkan diri lebih matang untuk kejuaraan-kejuaraan yang akan datang. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” tutur Nikolaus.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 sendiri menjadi salah satu ajang prestisius yang sangat dinantikan oleh para pebulu tangkis di seluruh dunia. Berlangsung dari tanggal 17 hingga 25 Agustus 2026, turnamen ini menjadi tolok ukur kemampuan dan strategi para atlet papan atas. Kegagalan Raymond/Joaquin di babak awal tentu menjadi catatan, namun semangat pantang menyerah mereka patut diapresiasi dan menjadi modal penting untuk menatap masa depan yang lebih cerah di dunia bulu tangkis internasional.
