New Delhi, 20 Agustus 2026 – Dua pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, berhasil menembus babak perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026. Keduanya meraih kemenangan pada babak 16 besar yang berlangsung hari ini.
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melaju ke perempat final setelah lawannya, unggulan kedua asal Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, memutuskan untuk mengundurkan diri (retired) saat pertandingan baru berjalan. Pasangan Indonesia yang menempati unggulan ke-12 ini unggul 21-9 di gim pertama sebelum lawannya menyatakan mundur.
“Bukan cara menang yang kami inginkan tapi kami juga sejujurnya tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba tadi mereka menyatakan mundur tapi bila ada yang cedera kami berharap tidak terlalu serius dan doa yang terbaik untuk Yuki/Mayu,” ujar Rachel Allessya Rose. Ia menambahkan bahwa di pertandingan tersebut, mereka mencoba untuk memperbaiki dan mengevaluasi dari pertemuan sebelumnya.
Menghadapi babak perempat final, Febi Setianingrum menyatakan kesiapan timnya. “Besok lawan Li/Luo (China) kami pastinya mau nge-fight lagi. maksimalkan lagi. Hari ini lumayan ada waktu lebih untuk recovery,” ucap Febi.
Sementara itu, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, yang menjadi unggulan ke-13, harus berjuang keras untuk mengalahkan unggulan kelima asal Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Mereka menang melalui tiga gim dengan skor 20-22, 21-18, 21-12.
Meilysa Trias Puspitasari mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan tersebut. “Alhamdulillah hari ini berjalan dengan baik. Apa yang sudah direncanakan bisa terlaksana. Mereka memang rasanya belum kembali ke performa terbaik tapi kualitas mereka yang Top 10 tidak bisa diragukan lagi. Tadi adalah laga yang tidak mudah bagi kami,” katanya.
Febriana Dwipuji Kusuma membeberkan strategi yang mereka terapkan. “Memang kami sudah mempersiapkan mau bermain seperti apa dengan kondisi lapangan yang berangin. Awalnya kami mencoba untuk bermain no lob tapi itu malah tidak menguntungkan buat kami. Saat tertinggal kami berusaha untuk mengubah pola permainan. Sayang sudah mengejar tapi lepas di gim pertama. Gim kedua dan ketiga kami lebih teguh, lebih tahu lagi harus bermain bagaimana,” jelas Febriana.
Menatap laga selanjutnya, Febriana menekankan pentingnya fokus. “Kami harus tetap fokus, menyiapkan lagi besok seperti apa, lawan bagaimana. Tapi tidak perlu berpikir itu perempatfinal, satu kemenangan lagi bisa amankan medali,” tutupnya.
