Friday, 21 August 2026
BREAKING
DUNIA

Dua Jurnalis Prancis Didakwa di Togo Terkait Dokumen Palsu

Oleh Rini Widiyarti August 20, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Dua jurnalis Prancis, Gaël Mocaër dan Sebastian Perez Pezzani, telah didakwa di Togo terkait dugaan penggunaan dokumen yang tidak benar. Penahanan mereka dinilai tidak dapat dibenarkan dan berlebihan oleh kelompok advokasi hak asasi manusia, Reporters Without Borders (RSF).

RSF, yang dikenal dengan nama Reporters Sans Frontières, mengutuk keras tindakan otoritas Togo terhadap kedua wartawan tersebut. Menurut organisasi itu, penahanan Mocaër dan Pezzani tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan merupakan upaya untuk membungkam kebebasan pers di negara tersebut. RSF secara tegas menyatakan bahwa tindakan ini ‘tidak dapat dibenarkan dan berlebihan’.

Gaël Mocaër dan Sebastian Perez Pezzani ditangkap pada tanggal 17 Mei 2024 di Lomé, ibu kota Togo. Sejak saat itu, mereka telah ditahan dan kini menghadapi dakwaan resmi. Detail spesifik mengenai jenis dokumen yang dianggap tidak benar tersebut belum diungkapkan secara rinci oleh pihak berwenang Togo.

RSF mendesak pemerintah Togo untuk segera membebaskan kedua jurnalis tersebut dan menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistiknya. Organisasi internasional ini terus memantau perkembangan kasus ini dan berupaya memberikan dukungan penuh kepada Mocaër dan Pezzani.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kebebasan pers di Togo. RSF menambahkan bahwa mereka akan terus berupaya agar Mocaër dan Pezzani dapat kembali ke Prancis dengan selamat dan tanpa hambatan hukum lebih lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp