Thursday, 20 August 2026
BREAKING
BERITA

Meta Tolak Cabut Konten Provokatif Perang Terhadap Muslim

Oleh Emanuel August 20, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Meta, perusahaan induk Facebook, dilaporkan menolak untuk menghapus unggahan yang berisi seruan kekerasan dan ajakan perang terhadap umat Muslim. Keputusan ini diambil meskipun konten tersebut secara jelas melanggar kebijakan perusahaan terkait ujaran kebencian dan kekerasan.

Penolakan ini mencuat dalam investigasi yang dilakukan oleh 404, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pengawasan media sosial. Dalam laporannya, 404 menemukan bahwa Meta gagal menegakkan aturan kontennya sendiri, khususnya terhadap materi yang mempromosikan kekerasan terhadap kelompok agama tertentu.

Salah satu unggahan yang menjadi sorotan adalah postingan pada 23 Oktober 2023 yang secara gamblang menyerukan ‘perang total’ terhadap Muslim. Postingan tersebut juga menganjurkan para penggunanya untuk ‘membakar, menghancurkan, dan membunuh Muslim’. Ironisnya, Meta mengklasifikasikan konten tersebut hanya sebagai ‘konten yang tidak pantas’, bukan sebagai pelanggaran berat terhadap kebijakan ujaran kebencian.

Meta berdalih bahwa unggahan tersebut tidak melanggar aturan mereka karena tidak secara langsung menargetkan individu. Namun, 404 mengkritik keras argumen ini. “Ini adalah alasan yang sangat tidak memadai untuk membiarkan ujaran kebencian yang mematikan beredar di platform mereka,” ujar seorang perwakilan 404.

Investigasi 404 menguji respons Meta terhadap berbagai konten yang berpotensi berbahaya. Mereka menemukan bahwa dari 98 unggahan yang dilaporkan, hanya 14 yang dihapus oleh Meta. Sebanyak 19 unggahan lainnya dikategorikan sebagai ‘konten yang tidak pantas’, sementara sisanya tidak mendapatkan tindakan sama sekali. Situasi ini menunjukkan adanya celah signifikan dalam sistem moderasi konten Meta, terutama ketika menyangkut konten yang menghasut kekerasan terhadap kelompok minoritas.

Lebih lanjut, 404 menemukan bahwa kebijakan Meta yang mengizinkan konten ujaran kebencian jika diunggah dalam bahasa yang tidak umum digunakan, seperti bahasa Arab atau Persia, juga berkontribusi pada maraknya konten berbahaya di platform tersebut. Hal ini menciptakan lingkungan di mana ujaran kebencian dapat berkembang biak tanpa terdeteksi oleh sistem moderasi otomatis.

Dalam konteks yang lebih luas, keputusan Meta untuk membiarkan konten provokatif semacam ini terus beredar menimbulkan kekhawatiran serius mengenai komitmen perusahaan terhadap keamanan penggunanya dan upaya memerangi penyebaran kebencian di ruang digital.

Bagikan: Facebook X WhatsApp