Ghana di Piala Dunia: Lima Pilar Timnas Black Stars yang Wajib Diwaspadai Inggris

Danu Ilham

Duel akbar antara Inggris dan Ghana dalam ajang Piala Dunia 2026 mendatang diprediksi akan menyajikan tontonan menarik. Meskipun menghadapi sejumlah tantangan, termasuk pergantian pelatih jelang turnamen, timnas Ghana, yang dijuluki Black Stars, telah menunjukkan performa menjanjikan di laga pembuka. Keberhasilan meraih kemenangan dramatis atas Panama menjadi suntikan moral signifikan bagi skuad asuhan Carlos Queiroz ini. Kembalinya Ghana ke panggung Piala Dunia, dengan harapan mengulang kejayaan mereka mencapai perempat final pada tahun 2010, membuat publik menyoroti para pemain kunci yang berpotensi merepotkan lini pertahanan lawan, termasuk Inggris.

Persiapan Ghana menuju Piala Dunia kali ini memang diwarnai ketidakstabilan. Hanya 72 hari sebelum turnamen dimulai, pelatih Otto Addo harus angkat kaki akibat rentetan hasil buruk. Situasi ini memaksa federasi sepak bola Ghana untuk segera mencari pengganti. Akhirnya, Carlos Queiroz, seorang pelatih berpengalaman yang pernah menukangi Portugal dan Iran, ditunjuk untuk memimpin tim dalam edisi Piala Dunia kelimanya. Meskipun datang di saat genting, Queiroz patut berbangga dengan respons cepat timnya, yang dibuktikan dengan kemenangan tipis atas Panama. Kemenangan ini membuka asa bagi Ghana untuk melangkah lebih jauh, setidaknya hingga fase gugur, sebuah pencapaian yang terakhir kali diraih pada edisi 2010. Dalam menghadapi tim sekelas Inggris, peran para pemain kunci menjadi sangat krusial.

Salah satu nama yang paling menonjol dan wajib mendapat perhatian khusus dari lini pertahanan Inggris adalah Antoine Semenyo. Pemain sayap Manchester City ini datang ke Piala Dunia dengan performa impresif di level klub. Musim 2025-2026 menjadi saksi bisu ketajamannya, di mana ia berhasil menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak Liga Primer Inggris, dengan total 17 gol yang dicetak dalam dua periode peminjaman di Bournemouth dan kepindahannya permanen ke Manchester City. Kepindahannya senilai 65 juta poundsterling ke Etihad Stadium pada Januari 2026 berjalan mulus, bahkan ia turut berperan dalam keberhasilan City meraih dua gelar, termasuk mencetak gol kemenangan di final Piala FA. Semenyo dikenal sebagai pemain yang sangat berbahaya dengan kedua kakinya, terbukti dari statistik 103 tembakan kaki kiri dan 95 tembakan kaki kanan dalam dua musim terakhir Liga Primer. Ia juga sama efektifnya bermain di kedua sisi sayap. Namun, sebuah anomali terjadi ketika melihat catatan internasionalnya. Hingga kini, ia baru mengemas tiga gol dalam 35 penampilan untuk Ghana, bahkan hanya satu gol dalam 28 pertandingan terakhirnya.

Di lini tengah, Ghana memiliki talenta muda yang sedang naik daun, Caleb Yirenkyi. Pemain berusia 20 tahun ini semakin menambah nilai pasarnya setelah mencetak gol kemenangan dramatis di menit ke-94 dalam pertandingan pembuka melawan Panama. Yirenkyi yang merupakan seorang gelandang box-to-box ini sebelumnya sempat dimainkan di posisi bek kanan oleh pelatih lama, Otto Addo. Namun, di bawah arahan Carlos Queiroz, ia dikembalikan ke posisi aslinya di mana ia tampil gemilang bersama klubnya, Nordsjaelland. Statistik menunjukkan performa apiknya di liga Denmark pada musim 2025-2026. Yirenkyi memimpin daftar gelandang dalam hal memenangkan bola di sepertiga akhir lapangan lawan (26 kali) dan melakukan pemulihan bola (205 kali). Ia juga menempati peringkat ketiga di antara semua pemain untuk jumlah umpan sukses di separuh lapangan lawan dengan 881 umpan. Menariknya, Yirenkyi memiliki latar belakang yang unik. Sejak kecil ia gemar belajar dan bahkan pernah menjuarai Kejuaraan Robotika Nasional Ghana pada tahun 2019 di usianya yang baru menginjak 13 tahun.

Sosok veteran yang tetap menjadi andalan adalah Jordan Ayew. Di usianya yang menginjak 34 tahun, Ayew berhasil mencatatkan rekor penampilan terbanyak untuk Ghana, melampaui kakaknya, Andre Ayew, dengan total 121 caps. Ia juga mengukir sejarah sebagai kapten timnas, sebuah kehormatan yang pernah diraih oleh ayahnya, legenda Abedi Pele. Ayew tengah berambisi mencetak gol pertamanya di Piala Dunia dalam turnamen ketiganya ini. Catatan golnya dalam 22 penampilan terakhir untuk Ghana sangat mengesankan, yaitu 14 gol, termasuk satu hat-trick saat kualifikasi melawan Republik Afrika Tengah. Performa ofensifnya di kualifikasi Piala Dunia kali ini (tujuh gol dari sepuluh pertandingan) bahkan melampaui kontribusinya untuk Leicester City di musim 2025-2026 (enam gol dari 45 laga), di mana klub tersebut terdegradasi dari Liga Primer. Keputusannya bermain di Piala Dunia ini menjadi momen penting setelah dilepas oleh Leicester.

Dari lini depan, Brandon Thomas-Asante menawarkan dimensi berbeda bagi serangan Ghana. Pemain serbaguna yang mampu beroperasi di seluruh lini penyerangan ini berhasil menembus skuad Piala Dunia berkat musim yang cemerlang bersama Coventry City. Ia mengemas 13 gol dalam kampanye juara Championship timnya, hanya kalah dari Haji Wright. Lahir di Milton Keynes, Thomas-Asante meniti karier dari akademi klub tersebut sebelum memperkuat tim-tim seperti Ebbsfleet, Oxford City, dan Salford City. Kepindahannya ke Championship bersama West Brom dan kemudian ke Coventry City menjadi batu loncatan penting. Ia langsung memberikan dampak instan di laga pembuka melawan Panama dengan memberikan assist untuk gol kemenangan Caleb Yirenkyi. Di luar lapangan, Thomas-Asante dikenal dengan kemampuan menari street dance-nya. Tarian inisiasinya di depan skuad Ghana bahkan sempat viral.

Terakhir, namun tidak kalah penting, adalah Kamaldeen Sulemana. Pemain sayap berusia 24 tahun ini tercatat sebagai pemain tercepat di Piala Dunia Qatar dengan kecepatan 22,2 mil per jam. Theo Walcott, mantan rekan setimnya di Southampton, bahkan menjulukinya sebagai pemain tercepat yang pernah ia temui. Sulemana, yang beroperasi di sisi kiri sayap namun juga bisa bermain sebagai penyerang tengah atau playmaker, memiliki kemampuan dribbling yang memukau. Namun, konsistensinya dalam menghasilkan gol masih menjadi pertanyaan. Gol terakhirnya untuk klubnya, Atalanta, terjadi pada Februari lalu, dan ia baru mencetak satu gol dalam 29 penampilan untuk Ghana. Kepindahannya dari Championship ke Serie A Italia, memperkuat Atalanta, menunjukkan ambisinya untuk bersaing di level tertinggi.

Dengan kombinasi pemain berpengalaman, talenta muda yang bersinar, dan kecepatan yang mengancam, Ghana optimis dapat memberikan perlawanan sengit kepada Inggris di Piala Dunia 2026. Kemenangan di laga pembuka menjadi bukti bahwa Black Stars siap memberikan kejutan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All