PT BAIC Indonesia, agen pemegang merek kendaraan asal Tiongkok, saat ini masih mengandalkan fasilitas produksi PT Handal Indonesia Motor untuk merakit produk-produk mereka di pasar domestik. Keputusan untuk membangun pabrik sendiri masih berada dalam pertimbangan strategis yang sangat bergantung pada performa penjualan di Indonesia.
COO BAIC Indonesia, Dhani Yahya, dalam pernyataannya menjelaskan bahwa pendirian pabrik perakitan mandiri merupakan langkah besar yang memerlukan kajian matang. “Tergantung pada volume penjualan kita di pasar. Kalau memang sudah mencapai titik tertentu, pasti kita akan pertimbangkan,” ujar Dhani.
Saat ini, BAIC Indonesia tengah fokus pada penguatan penetrasi pasar dan peningkatan kesadaran merek. Keberadaan pabrik mitra seperti PT Handal Indonesia Motor dinilai cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan produksi awal dan menjaga efisiensi operasional. Kolaborasi ini memungkinkan BAIC untuk tetap hadir dan menawarkan produknya kepada konsumen Indonesia tanpa harus segera berinvestasi besar pada infrastruktur produksi.
Keputusan untuk membangun pabrik sendiri di Indonesia merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang lazim diterapkan oleh produsen otomotif yang baru memasuki pasar. Kesiapan pasar dan proyeksi pertumbuhan penjualan menjadi faktor penentu utama. Jika target penjualan yang ditetapkan tercapai, maka investasi untuk pabrik mandiri akan menjadi langkah logis berikutnya untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi biaya, dan potensi penyesuaian produk sesuai dengan selera pasar lokal.
Hingga kini, BAIC Indonesia terus berupaya mengenalkan lini produknya, termasuk kendaraan listrik yang mulai mendapatkan perhatian di pasar global maupun domestik. Keberhasilan dalam menarik minat konsumen dan membangun basis pelanggan yang kuat akan menjadi indikator utama bagi manajemen BAIC untuk mengambil keputusan strategis terkait pembangunan fasilitas produksi permanen di Indonesia.
