Thursday, 20 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Status Sosial Ekonomi Pengaruhi Manfaat Kognitif Latihan Aerobik pada Penyintas Kanker Payudara

Oleh Rini Widiyarti August 20, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Perempuan pascamenopause yang didiagnosis kanker payudara dan tinggal di wilayah dengan tingkat kemiskinan sosial ekonomi yang lebih tinggi mungkin tidak merasakan manfaat kognitif yang sama dari latihan aerobik dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah yang lebih makmur. Hal ini diungkapkan oleh Myeong-ga Cho, PhD, RN.

Dalam sebuah video eksklusif bersama Healio, Cho memaparkan bagaimana latihan aerobik, tingkat kemiskinan di lingkungan tempat tinggal, dan penuaan epigenetik dapat memengaruhi hasil kognitif pada perempuan pascamenopause yang menderita kanker payudara. Temuan ini menyoroti kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan dan pemulihan pasien kanker.

“Apa yang kami temukan adalah bahwa kemiskinan di suatu wilayah terkait dengan percepatan penuaan yang lebih besar,” ujar Cho. “Kami juga menemukan bahwa percepatan penuaan yang lebih besar terkait dengan fungsi kognitif.”

Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan faktor lingkungan dan sosial ekonomi dalam merancang program intervensi kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti penyintas kanker payudara. Kesenjangan dalam manfaat kesehatan yang diperoleh dari latihan fisik dapat diperparah oleh kondisi sosial ekonomi yang kurang menguntungkan, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kualitas hidup mereka.

Lebih lanjut, Cho menjelaskan bahwa percepatan penuaan epigenetik, yang merupakan perubahan pada ekspresi gen tanpa mengubah urutan DNA, tampaknya menjadi mekanisme kunci yang menghubungkan kemiskinan lingkungan dengan penurunan fungsi kognitif. Area yang lebih miskin secara sosial ekonomi cenderung memiliki lebih banyak faktor stres lingkungan dan gaya hidup yang dapat mempercepat proses penuaan seluler, termasuk di otak.

Oleh karena itu, intervensi yang ditujukan untuk meningkatkan fungsi kognitif pada penyintas kanker payudara perlu mempertimbangkan pendekatan yang holistik. Selain mendorong aktivitas fisik, penting juga untuk mengatasi determinan sosial ekonomi yang mendasarinya, seperti meningkatkan akses terhadap sumber daya, mengurangi stres lingkungan, dan mendukung gaya hidup sehat di komunitas yang kurang beruntung. Pendekatan multidimensional ini diharapkan dapat membantu memastikan bahwa semua pasien, tanpa memandang latar belakang sosial ekonominya, dapat memperoleh manfaat maksimal dari upaya pemulihan mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp