Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan bahwa penyaluran bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih belum optimal. Ia menyoroti adanya ketidakmerataan distribusi bantuan yang dirasakan oleh masyarakat terdampak.
Menurut Purbaya, salah satu akar permasalahan yang menyebabkan distribusi bantuan gempa NTT belum merata adalah lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Keterlambatan dan hambatan dalam penyaluran tersebut sangat dirasakan oleh warga yang membutuhkan pertolongan segera.
Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, “Kita masih menemukan kendala dalam hal koordinasi antara pusat dan daerah, ini yang perlu kita perbaiki.” Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan dalam sebuah kesempatan yang tidak dirinci lebih lanjut oleh sumber asli.
Ia menambahkan bahwa meskipun bantuan telah disalurkan, namun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan. Terdapat celah dalam alur birokrasi dan komunikasi yang menghambat bantuan sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan secara tepat waktu dan merata. Hal ini tentu menjadi perhatian serius agar penanganan bencana di masa mendatang dapat berjalan lebih baik.
Fokus utama perbaikan yang disarankan oleh Purbaya adalah penguatan sinergi antar tingkatan pemerintahan. Dengan koordinasi yang lebih baik, diharapkan bantuan dapat disalurkan secara lebih efektif dan efisien, menjangkau seluruh wilayah terdampak gempa di NTT tanpa terkecuali. Evaluasi terhadap mekanisme penyaluran bantuan pasca-bencana juga menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya masalah serupa di masa depan.
