Thursday, 20 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Penggunaan Ganja Inhalasi Terkait Penurunan Detak Jantung Ektopik Akut

Oleh Rini Widiyarti August 20, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Penggunaan ganja melalui inhalasi dilaporkan berkaitan dengan penurunan tajam jumlah detak jantung ektopik, demikian temuan para peneliti. Studi ini mengidentifikasi efek akut tertentu dari ganja terhadap fungsi jantung pada pengguna rutin, namun tidak menemukan adanya dampak pada jumlah langkah harian, durasi tidur, atau perubahan kadar glukosa pada hari-hari penggunaan dibandingkan dengan hari tanpa penggunaan.

Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology ini menyoroti hubungan antara konsumsi ganja dan perubahan pada irama jantung. Penurunan paling signifikan terlihat pada kontraksi atrium prematur, salah satu jenis detak jantung ektopik yang umum.

Para peneliti melaporkan bahwa ganja yang dihirup terbukti mengurangi jumlah detak jantung ektopik secara akut dibandingkan dengan tidak menggunakannya. Namun, efek ini tampaknya terbatas pada detak jantung, karena tidak ada perubahan yang teramati pada aktivitas fisik harian, kualitas tidur, maupun metabolisme glukosa.

Studi ini menganalisis data dari pengguna ganja yang sudah terbiasa, sehingga memberikan gambaran tentang efek jangka pendek pada populasi yang sudah mengonsumsi secara rutin. Meskipun demikian, para peneliti mencatat bahwa ganja rekreasional kini legal di lebih dari separuh wilayah Amerika Serikat dan semakin umum digunakan. Oleh karena itu, pemahaman lebih lanjut mengenai dampaknya sangat penting.

Meskipun terdapat asosiasi antara penggunaan ganja inhalasi dengan penurunan detak jantung ektopik, studi ini tidak memberikan bukti kausalitas langsung. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme di balik efek ini dan implikasinya bagi kesehatan jantung jangka panjang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp