Bulan Psoriasis, yang diperingati setiap tahun, menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit inflamasi sistemik yang dampaknya melampaui sekadar keluhan pada kulit. Psoriasis, meskipun manifestasinya paling terlihat pada kulit, merupakan kondisi yang jauh lebih kompleks dan memengaruhi seluruh tubuh.
Dr. Rebecca Y. Dufner, MD, MBA, FAAD, seorang dermatolog di U.S. Dermatology Partners, menekankan, “Meskipun kulit adalah manifestasi paling terlihat dari kondisi ini, psoriasis lebih dari sekadar penyakit kulit.” Ia menambahkan, “Inflamasi tidak serta merta berhenti di kulit. Psoriasis memengaruhi segalanya.” Fakta ini menggarisbawahi perlunya pendekatan perawatan yang holistik.
Data dari National Psoriasis Foundation menunjukkan bahwa 125 juta orang di seluruh dunia hidup dengan psoriasis. Dari jumlah pasien tersebut, sebanyak 80% memiliki kondisi kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini, bersama dengan psoriasis, merupakan faktor risiko signifikan untuk penyakit kardio-metabolik, seperti penyakit jantung dan diabetes.
Lebih lanjut, penelitian menunjukkan adanya korelasi kuat antara psoriasis dengan masalah kesehatan mental. Pasien psoriasis dilaporkan memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum. “Kualitas hidup pasien dengan psoriasis seringkali terganggu, baik secara fisik maupun emosional,” ujar Dr. Dufner.
Oleh karena itu, skrining rutin untuk kondisi kardio-metabolik dan evaluasi kesehatan mental harus menjadi bagian integral dari perawatan psoriasis yang komprehensif. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengelola gejala kulit, tetapi juga untuk mencegah komplikasi yang lebih serius dan meningkatkan kesejahteraan pasien secara keseluruhan.
