Thursday, 20 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Obat Pengencer Darah NOAC Berpotensi Perlambat Penurunan Kognitif pada Pasien Alzheimer dan Aritmia

Oleh Rini Widiyarti August 20, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Penggunaan obat pengencer darah golongan Non-Vitamin K Antikoagulan Oral (NOAC) dikaitkan dengan perlambatan penurunan fungsi kognitif dan profil keamanan yang lebih baik pada pasien yang memiliki kondisi Atrial Fibrilasi (AF) dan penyakit Alzheimer secara bersamaan. Temuan ini berasal dari sebuah studi longitudinal yang dipublikasikan dalam jurnal European Heart Journal.

Studi tersebut menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan NOAC mengalami penurunan kognitif yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang menggunakan warfarin atau tidak menggunakan antikoagulan sama sekali. Hasil ini menyoroti potensi manfaat ganda NOAC, tidak hanya dalam mencegah pembekuan darah tetapi juga dalam melindungi fungsi otak pada populasi pasien yang rentan ini.

Para peneliti, Maria Eriksdotter, MD, PhD, seorang profesor geriatri, dan Nanbo Zhu, PhD, MSc, seorang peneliti postdoctoral, keduanya dari Karolinska Institutet, memimpin analisis data ini. Mereka mengamati bahwa pengguna NOAC menunjukkan laju penurunan kognitif yang signifikan lebih lambat. Perbandingan ini mencakup dua kelompok kontrol: pengguna warfarin, yang merupakan antikoagulan generasi sebelumnya, dan individu yang tidak menerima terapi antikoagulan.

Temuan ini sangat relevan mengingat meningkatnya prevalensi penyakit Alzheimer dan kondisi kardiovaskular seperti Atrial Fibrilasi yang seringkali terjadi bersamaan. Atrial Fibrilasi sendiri merupakan faktor risiko utama stroke, yang dapat memperburuk kerusakan kognitif. Penggunaan antikoagulan sangat penting untuk mencegah komplikasi tromboemboli pada pasien AF.

Lebih lanjut, studi ini memberikan bukti awal yang menjanjikan mengenai peran NOAC dalam strategi penanganan komprehensif bagi pasien dengan Alzheimer dan AF. Meskipun memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi mekanisme pasti di balik efek perlambatan penurunan kognitif ini, hasil yang ada memberikan harapan baru bagi para klinisi dan pasien.

Bagikan: Facebook X WhatsApp