Ducati Corse mengumumkan perpanjangan kontrak dua tahun dengan juara dunia MotoGP, Marc Marquez, sebuah langkah yang disambut antusias oleh General Manager Gigi Dall’Igna yang menyebut sang pembalap sebagai "pembalap terpenting di grid". Kesepakatan yang diyakini telah rampung beberapa bulan lalu ini baru diresmikan setelah negosiasi kontrak komersial MotoGP berikutnya selesai di Brno akhir pekan lalu. Keputusan ini menegaskan komitmen Ducati untuk mempertahankan salah satu talenta terbesar dalam sejarah balap motor.
Perpanjangan kontrak ini mengukuhkan kolaborasi antara Marc Marquez dan tim pabrikan Ducati hingga musim 2027 dan 2028. Keputusan ini diambil menyusul performa impresif Marquez sejak bergabung dengan tim satelit Gresini Ducati pada musim 2024. Keberanian Marquez meninggalkan tim lamanya dan beradaptasi dengan cepat pada motor Desmosedici GP terbukti membuahkan hasil luar biasa. Dall’Igna secara spesifik memilih Marquez sebagai rekan setim Pecco Bagnaia untuk tim pabrikan pada 2025, sebuah keputusan yang kini terbukti tepat dengan performa gemilang sang pembalap.
"Marc adalah pembalap terpenting di grid, dan kami sangat senang bisa memperbarui kontrak dengannya," ujar Dall’Igna. Pernyataan ini mencerminkan kepercayaan penuh Ducati terhadap kemampuan dan dampak Marquez dalam kompetisi MotoGP. Ia menambahkan bahwa Marquez telah menunjukkan kepercayaan besar kepada seluruh tim, yang menjadi sumber kebanggaan dan motivasi bagi Ducati untuk terus memberikan dukungan terbaik.
Bagi Dall’Igna, bekerja sama dengan Marquez memberikan kesan mendalam dari sudut pandang teknis. "Dia membawa motor Desmosedici GP ke performa puncak, meningkatkan setiap komponennya," jelasnya. Ambisi tim tetap sama, dan Dall’Igna menyatakan kegembiraannya dapat melanjutkan babak baru dalam cerita Ducati bersama Marquez, baik dari sisi olahraga maupun personal.
CEO Ducati, Claudio Domenicali, menyebut perpanjangan kontrak ini sebagai pilihan yang paling alami setelah kesuksesan luar biasa yang telah diraih bersama. "Perpanjangan kontrak dengan Marc untuk musim 2027 dan 2028 merupakan pilihan yang paling alami setelah hasil luar biasa yang kita raih bersama di musim pertamanya bersama tim merah," kata Domenicali. Ia menekankan bahwa Marquez membawa mentalitas yang semakin determinatif dan semangat kompetitif yang luar biasa ke dalam tim yang sudah pemenang.
Domenicali juga menyoroti bagaimana Marquez, selain menjadi talenta yang luar biasa, secara sempurna merepresentasikan mentalitas Ducati. Mentalitas ini terbentuk dari dedikasi dan pengorbanan besar, namun juga dibarengi dengan harmoni dalam tim serta kemampuan untuk menjadi profesional yang hebat dalam suasana yang santai dan penuh keceriaan. "Melanjutkan bersama berarti memberikan keberlanjutan pada proyek yang sukses dan oleh karena itu menghadapi musim-musim mendatang dengan ambisi untuk menjaga Ducati tetap di puncak MotoGP," tambahnya.
Perjalanan Marquez di MotoGP musim 2024 dan 2025 di tim pabrikan Ducati ini penuh dinamika. Setelah meninggalkan Honda, ia bangkit dan menunjukkan bahwa ia masih menjadi kekuatan dominan di lintasan. Bahkan, ia berhasil meraih gelar juara dunia kesembilannya pada musim sebelumnya, meskipun harus melewatkan empat seri terakhir akibat cedera bahu yang dialaminya setelah insiden dengan Marco Bezzecchi di Mandalika. Cedera bahu kanan yang sering kambuh ini terus menjadi tantangan, bahkan memerlukan operasi lanjutan untuk mengatasi masalah saraf yang terkompresi pada bulan Mei. Namun, Marquez berhasil bangkit dan memenangkan tiga dari empat balapan terakhir, membawanya kembali ke persaingan perebutan gelar juara.
"Saya sangat senang bisa memperbarui kontrak saya dengan tim pabrikan Ducati, terutama karena dua tahun lalu saya sudah berambisi untuk berada di tim merah, dan kami telah mencapai banyak hasil bagus," ujar Marquez, yang akan berusia 35 tahun di awal musim 2028. "Saya pikir dan saya yakin kita bisa terus meraih performa yang baik." Pernyataannya menunjukkan optimisme dan keyakinan pada kemampuan tim dan motor yang dikendarainya.
Sementara Marquez dipastikan bertahan, terjadi perubahan signifikan pada susunan pembalap tim pabrikan Ducati. Rekan setimnya sekaligus juara dunia ganda MotoGP, Pecco Bagnaia, diprediksi akan digantikan oleh talenta muda KTM, Pedro Acosta. Bagnaia sendiri dikabarkan akan bergabung dengan tim Aprilia, mendampingi pembalap unggulan klasemen sementara, Marco Bezzecchi. Perubahan ini menandai era baru dalam peta persaingan MotoGP, dengan pergeseran kekuatan pembalap-pembalap top antar tim.
Keputusan Ducati untuk mempertahankan Marc Marquez adalah langkah strategis yang menunjukkan ambisi mereka untuk terus mendominasi MotoGP. Dengan duet Marquez dan Bagnaia yang diperkuat oleh kehadiran pembalap muda berbakat, Ducati bertekad untuk mempertahankan posisinya di puncak, sekaligus menghadapi tantangan dari pabrikan lain yang terus berkembang. Kehadiran Marquez yang kembali menemukan performa terbaiknya di atas Desmosedici GP menjadi jaminan tontonan menarik di musim-musim mendatang. Pengumuman ini juga memberikan kejelasan bagi para penggemar yang menantikan kiprah sang juara dunia di lintasan.











