Lima pemain Australian rules football dijatuhi sanksi penangguhan menyusul penyelidikan polisi terkait dugaan pelecehan seksual. Insiden ini melibatkan aktivitas minum-minum dan mengundang perempuan ke sebuah hotel, yang kini menjadi fokus aparat penegak hukum.
Federasi Australian Football (AFL) memberikan sanksi kepada para pemain tersebut pada Senin, 13 Mei 2024. Keputusan ini diambil setelah adanya temuan awal terkait pelanggaran kode etik pemain.
Kepala Eksekutif AFL, Andrew Dillon, menyatakan bahwa pihaknya mengambil tindakan tegas terhadap perilaku yang tidak dapat diterima. “Kami telah mengambil tindakan tegas terhadap para pemain ini. Ini adalah masalah serius dan kami tidak akan mentolerir perilaku seperti ini,” ujar Dillon dalam sebuah pernyataan.
Meskipun sanksi penangguhan telah diberikan, AFL menegaskan bahwa proses investigasi kepolisian masih terus berjalan. AFL akan memberikan kerja sama penuh kepada pihak kepolisian dalam mengusut tuntas kasus ini.
Detail mengenai identitas para pemain yang terlibat tidak diungkapkan ke publik untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Namun, diketahui bahwa kelima pemain tersebut berasal dari klub yang sama.
Kepolisian Victoria, yang menangani kasus ini, belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan investigasi. Namun, mereka mengonfirmasi bahwa penyelidikan atas dugaan pelecehan seksual masih aktif.
Sanksi yang dijatuhkan kepada para pemain ini berlaku efektif segera dan akan terus ditinjau seiring dengan berjalannya investigasi kepolisian. AFL berkomitmen untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dan menjaga integritas olahraga Australian rules football.
Sebelumnya, media melaporkan bahwa insiden tersebut terjadi di sebuah hotel di Melbourne pada akhir pekan. Lima pemain tersebut diduga melakukan pesta minum-minum dan mengundang sejumlah perempuan ke kamar hotel mereka, yang kemudian berujung pada laporan dugaan pelecehan seksual.
Para pemain yang dijatuhi sanksi penangguhan tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam pertandingan, latihan, atau kegiatan resmi klub lainnya selama masa sanksi berlaku. Keputusan ini diambil untuk menjaga citra olahraga dan memberikan ruang bagi proses investigasi untuk berjalan tanpa intervensi.
