Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 mencatat lonjakan tren tukar tambah atau trade in mobil. Fenomena ini menunjukkan minat konsumen yang tinggi untuk melakukan peningkatan kendaraan, sekaligus memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan selama pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut.
Data yang dihimpun selama GIIAS 2026 menunjukkan bahwa segmen SUV kompak menjadi primadona dalam skema tukar tambah. Model-model dalam kategori ini paling banyak diminati konsumen untuk ditukar, mengindikasikan pergeseran preferensi pasar ke arah kendaraan yang lebih ringkas namun tetap fungsional.
Menurut data yang dirilis, terdapat 4.125 unit mobil yang berhasil ditukar tambah selama perhelatan GIIAS 2026. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 35% dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya. Hal ini mengukuhkan bahwa program trade in menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung GIIAS.
Direktur Pameran GIIAS, Rizwan, mengungkapkan apresiasinya terhadap antusiasme pengunjung. “Kami bersyukur tren trade in di GIIAS 2026 ini terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin cerdas dalam membeli kendaraan, memanfaatkan program ini untuk mendapatkan mobil baru dengan skema yang lebih menguntungkan,” ujar Rizwan.
Lebih lanjut, Rizwan menambahkan bahwa peningkatan ini juga didorong oleh berbagai penawaran menarik yang disajikan oleh para peserta pameran. “Berbagai brand otomotif yang berpartisipasi memberikan nilai tambah yang kompetitif untuk mobil konsumen yang ingin ditukar tambah. Hal ini menjadi stimulus positif bagi pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan,” jelasnya.
Sementara itu, Executive Director GAIKINDO, Kukuh Kumara, turut menyoroti pergeseran tren konsumen. “Tentu saja, segmen SUV kompak yang paling banyak dilepas maupun dibeli dalam skema tukar tambah. Ini sejalan dengan tren global yang memang mengarah ke kendaraan yang lebih efisien dan praktis untuk penggunaan perkotaan,” papar Kukuh.
Kukuh menambahkan bahwa GIIAS tidak hanya menjadi ajang pamer teknologi dan produk otomotif terbaru, tetapi juga menjadi platform penting untuk memfasilitasi transaksi jual beli kendaraan. “Kami melihat ini sebagai indikator positif bahwa pasar otomotif Indonesia terus bergerak dinamis. GIIAS 2026 telah membuktikan posisinya sebagai katalisator penting dalam industri ini,” tutup Kukuh.
