Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Studi Baru: Konsumsi Protein Tak Pengaruhi Penurunan Fungsi Ginjal pada Orang Sehat

Oleh Rini Widiyarti August 19, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Kidney Journal menemukan bahwa kebiasaan mengonsumsi protein tidak berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR) yang diukur menggunakan iohexol pada orang dewasa yang tidak memiliki penyakit ginjal kronis (CKD). Temuan ini memberikan gambaran baru mengenai hubungan antara asupan protein dan kesehatan ginjal.

Penelitian sebelumnya memang telah banyak mengeksplorasi korelasi antara konsumsi protein dan fungsi ginjal. Namun, banyak di antaranya menggunakan estimasi GFR (eGFR) daripada pengukuran GFR yang lebih akurat. Ludvig Balteskard Rinde, MD, PhD, seorang profesor madya di departemen kedokteran klinis di UiT The Arctic University of Norway, Tromsø, bersama timnya, memimpin penelitian ini dengan fokus pada pengukuran GFR yang presisi.

“Asupan protein yang tinggi diketahui dapat meningkatkan aliran darah ginjal dan tekanan intraglomerular, serta berpotensi menyebabkan hiperfiltrasi,” jelas Rinde. Konsep hiperfiltrasi ini seringkali menimbulkan kekhawatiran bahwa asupan protein berlebih dapat membebani ginjal dan mempercepat penurunan fungsinya, terutama pada individu yang rentan.

Namun, hasil studi ini mengindikasikan bahwa kekhawatiran tersebut mungkin tidak berlaku bagi populasi umum yang sehat. Dengan menggunakan metode pengukuran GFR yang lebih canggih, para peneliti tidak menemukan adanya keterkaitan signifikan antara jumlah protein yang dikonsumsi sehari-hari dengan penurunan fungsi ginjal. Ini berarti, bagi individu tanpa riwayat masalah ginjal, konsumsi protein dalam pola makan yang biasa tidak secara langsung menyebabkan kerusakan atau penurunan kinerja ginjal.

Studi ini melibatkan sejumlah besar partisipan dewasa yang tidak didiagnosis dengan CKD. Data dikumpulkan secara cermat untuk menganalisis pola makan, termasuk asupan protein, dan membandingkannya dengan hasil pengukuran GFR yang dilakukan secara berkala. Analisis statistik yang mendalam kemudian dilakukan untuk mengidentifikasi potensi hubungan.

Rinde dan timnya menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk memahami implikasi temuan ini secara komprehensif. Meskipun studi ini memberikan hasil yang menjanjikan, pemantauan jangka panjang dan penelitian pada kelompok populasi yang lebih beragam tetap diperlukan. Hasil ini diharapkan dapat membantu mengklarifikasi rekomendasi diet terkait protein, khususnya bagi individu yang ingin menjaga kesehatan ginjal mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp