Ratusan warga Kampung Golo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa mencari tempat berlindung sementara di area pemakaman menyusul gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut. Kondisi darurat ini memaksa mereka meninggalkan rumah dan melakukan pengungsian di tengah keprihatinan.
Kebutuhan mendesak yang dirasakan oleh para pengungsi ini meliputi pasokan pangan dan sarana penerangan. Ketiadaan kedua elemen vital tersebut sangat menghambat upaya mereka untuk bertahan hidup di tengah situasi pasca-gempa yang penuh ketidakpastian.
Menurut laporan, gempa tersebut terjadi pada Selasa, 13 Desember 2022, sekitar pukul 03.20 WITA. Guncangan kuat ini tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga memicu kerusakan yang memaksa warga Kampung Golo untuk segera menyelamatkan diri. Pemilihan area pemakaman sebagai lokasi pengungsian menunjukkan betapa terbatasnya pilihan dan minimnya fasilitas yang tersedia bagi mereka.
Seorang warga Kampung Golo yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keputusasaan mereka. “Kami belum menerima bantuan apa pun,” ujarnya prihatin. Situasi ini diperparah dengan kegelapan malam yang menyelimuti area pengungsian, menambah rasa cemas dan ketidaknyamanan bagi para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia.
Pemerintah daerah dan berbagai pihak diharapkan segera merespons kondisi darurat ini dengan memberikan bantuan yang substansial. Bantuan pangan sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan kalori harian, sementara penerangan seperti lampu darurat atau genset akan sangat membantu menciptakan rasa aman dan mempermudah aktivitas di malam hari. Upaya pemulihan dan penyediaan tempat tinggal yang layak bagi warga Kampung Golo perlu menjadi prioritas utama agar mereka dapat segera kembali ke kehidupan normal.
