Kenaikan Harga RAM Global Paksa Nothing Tunda Peluncuran CMF Phone 2 Pro

Herfansyah

JAKARTA, CNN Indonesia — Pabrikan teknologi Nothing terpaksa membatalkan rencana perilisan produk terbaru mereka untuk segmen ponsel terjangkau, CMF Phone 2 Pro. Keputusan ini diambil menyusul lonjakan harga komponen memori atau RAM secara global yang membuat perusahaan tidak mampu menghadirkan perangkat dengan spesifikasi memadai tanpa mengorbankan harga yang kompetitif.

Akis Evangelidis, salah satu pendiri Nothing, mengungkapkan bahwa penerus CMF Phone 2 Pro tidak akan diluncurkan pada tahun 2026. Meskipun timnya telah aktif mengembangkan model baru, tantangan utama datang dari tingginya biaya produksi memori saat ini. Hal ini membuat perusahaan enggan merilis produk yang tidak memenuhi standar mereka sebagai "lompatan kemajuan yang sesungguhnya" dengan harga yang masih masuk akal bagi konsumen CMF.

"Kami sebenarnya sedang menggarap model penerusnya, tetapi mengingat harga memori yang saat ini sedang tinggi, kami tidak bisa membuat ponsel yang terasa sebagai lompatan kemajuan yang sesungguhnya dengan harga yang masuk akal bagi CMF. Alhasil, kami memutuskan untuk tidak meluncurkan ponsel CMF baru tahun ini," ujar Evangelidis melalui akun X-nya pada Jumat (19/6). Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam penyampaian kepada publik daripada merilis produk yang tidak sepenuhnya dibanggakan.

Pembatalan ini menjadi pukulan bagi lini CMF, sub-merek Nothing yang berfokus pada perangkat elektronik dengan harga ekonomis. Lonjakan harga komponen, khususnya RAM, menimbulkan dilema besar bagi perusahaan. Jika tetap dipaksakan meluncurkan produk baru, harga jualnya diprediksi akan melonjak drastis dan tidak lagi relevan di segmen ponsel murah.

Kondisi ini sejalan dengan prediksi dari firma riset pasar TrendForce yang memperkirakan konsumen harus merogoh kocek 10 persen lebih mahal untuk membeli smartphone pada tahun 2026 akibat kenaikan harga memori. Situasi ini tidak hanya berdampak pada Nothing, tetapi juga berpotensi mempengaruhi seluruh industri smartphone global.

Meskipun demikian, Evangelidis memastikan bahwa pembatalan CMF Phone 2 Pro bukan berarti Nothing menghentikan inovasi di lini CMF. Perusahaan berjanji akan mengumumkan beberapa produk baru dan bahkan kategori produk yang benar-benar baru dalam waktu dekat. Penggemar Nothing diharapkan untuk terus memantau pengumuman resmi selanjutnya.

Sebelumnya, CEO Nothing Carl Pei juga telah mengisyaratkan potensi dampak kelangkaan RAM terhadap penawaran produk perusahaan. Ia bahkan secara terbuka mendesak konsumen untuk segera membeli smartphone sebelum kenaikan harga yang lebih signifikan terjadi di masa mendatang. Pernyataan Pei kala itu mengindikasikan adanya kemungkinan penyesuaian pada lini produk Nothing, meskipun pembatalan CMF Phone 2 Pro menjadi satu-satunya pengumuman resmi mengenai hal tersebut hingga kini.

Situasi kelangkaan komponen semikonduktor, termasuk chip memori, diperkirakan akan terus berlanjut dalam jangka waktu yang cukup lama. Chairman SK Hynix, Chey Tae Won, memprediksi bahwa krisis pasokan DRAM ini bisa berlangsung hingga melewati tahun 2028, bahkan berpotensi bertahan hingga 2030. Prediksi ini jauh lebih pesimistis dibandingkan perkiraan awal analis yang hanya berkisar dua tahun, dengan asumsi pabrik-pabrik baru akan segera beroperasi.

Chey Tae Won menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi wafer membutuhkan waktu yang signifikan, diperkirakan memakan waktu empat hingga lima tahun. "Jadi, kami membutuhkan waktu untuk meningkatkan produksi wafer, setidaknya empat hingga lima tahun. Kekurangan pasokan saat ini diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2030, sehingga kami memperkirakan kekurangan pasokan wafer akan mencapai lebih dari 20 persen," ujar Chey, mengutip laporan PCMag pada Rabu (18/3).

Kondisi pasar global yang penuh ketidakpastian ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan teknologi seperti Nothing. Keputusan untuk menunda peluncuran CMF Phone 2 Pro menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas dan harga yang terjangkau bagi konsumennya, meskipun harus menanggung konsekuensi penundaan rilis produk. Perkembangan selanjutnya mengenai produk-produk baru dari lini CMF diharapkan dapat memberikan angin segar di tengah ketatnya persaingan pasar smartphone.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All