Jakarta, CNN Indonesia — Sejumlah ponsel Android dari berbagai produsen ternama dipastikan akan segera mengakhiri masa dukungan pembaruan sistem operasi dan keamanan pada tahun 2026. Keputusan ini berpotensi meninggalkan perangkat tersebut lebih rentan terhadap ancaman siber dan membatasi fungsionalitasnya di masa mendatang. Setiap perangkat Android memiliki siklus hidup dukungan perangkat lunak yang terbatas, dan ketika masa itu berakhir, pengguna tidak lagi menerima pembaruan penting yang menjaga keamanan dan kinerja perangkat.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pengguna, terutama yang masih mengandalkan ponsel lawas untuk aktivitas sehari-hari. Pembaruan keamanan bukan sekadar tentang fitur baru, melainkan lapisan pertahanan krusial terhadap celah keamanan yang terus dieksploitasi oleh para peretas. Tanpa pembaruan ini, ponsel menjadi sasaran empuk bagi malware, virus, dan pencurian data pribadi.
Beberapa model yang masuk dalam daftar ‘pensiun’ pembaruan di tahun 2026 mencakup beberapa jagoan dari Google, Motorola, OnePlus, dan Sony. Google Pixel 6 dan Pixel 6 Pro, yang diluncurkan pada Oktober 2021 dengan Android 12, hanya mendapatkan jaminan pembaruan selama lima tahun. Ini berarti Android 17 akan menjadi pembaruan besar terakhir mereka, dengan dukungan resmi berakhir pada Oktober 2026. Keputusan Google ini mengikuti kebijakan pembaruan yang mereka terapkan sebelum beralih ke dukungan tujuh tahun untuk seri Pixel yang lebih baru.
Dari kubu Motorola, dua model teridentifikasi akan kehilangan dukungan. Motorola Moto G Stylus 5G (2023), yang dirilis pada Juni 2023 dengan Android 13, hanya dijanjikan satu kali pembaruan OS utama ke Android 14, ditambah tiga tahun pembaruan keamanan. Masa dukungan perangkat ini akan berakhir pada akhir Juni 2026. Model lain dari Motorola adalah Motorola Edge (2023), yang meluncur pada Oktober 2023 dengan Android 13. Ponsel ini hanya mendapatkan janji dua tahun pembaruan OS dan tiga tahun pembaruan keamanan, sehingga dukungan vendor akan berhenti pada akhir September 2026. Kebijakan pembaruan yang lebih singkat ini menjadi catatan penting bagi konsumen saat memilih ponsel kelas menengah.
OnePlus 10T, yang hadir di pasar pada Agustus 2022 dengan Android 12, juga termasuk dalam daftar perangkat yang akan mencapai akhir siklus dukungannya. Berdasarkan kebijakan OnePlus yang menawarkan tiga kali pembaruan Android utama dan empat tahun pembaruan keamanan, seluruh dukungan untuk ponsel ini akan terhenti pada Agustus 2026. Pengguna OnePlus 10T perlu bersiap untuk mencari perangkat baru setelah tanggal tersebut.
Sony, yang dikenal dengan inovasi kameranya, juga memiliki beberapa model yang akan mengakhiri masa pembaruan. Sony Xperia 5 V, yang dirilis pada tahun 2023 dengan Android 13, dijadwalkan akan berhenti menerima pembaruan keamanan via Over-The-Air (OTA) pada 1 Agustus 2026. Tak hanya itu, Sony juga akan menghentikan dukungan untuk Xperia 1 V pada Mei 2026 dan Xperia 10 V pada Juni 2026, menunjukkan bahwa produsen asal Jepang ini memiliki siklus pembaruan yang relatif ketat untuk beberapa lini produknya.
Meskipun kelima jajaran ponsel Android ini masih dapat digunakan untuk aktivitas dasar seperti menelepon, berkirim pesan, dan mengakses aplikasi media sosial, absennya pembaruan keamanan berkala akan menjadi kelemahan signifikan. Seiring waktu, sistem pertahanan ponsel terhadap eksploitasi siber akan semakin melemah, membuka celah bagi potensi ancaman. Bagi pengguna yang sangat memprioritaskan keamanan data pribadi dan finansial, situasi ini menjadi sinyal kuat untuk mulai mempertimbangkan penggantian perangkat dengan model yang lebih baru dan masih mendapatkan dukungan pembaruan.
Perlu dicatat bahwa kebijakan pembaruan dapat bervariasi antar produsen dan bahkan antar seri produk dari produsen yang sama. Beberapa produsen seperti Samsung dan Google telah meningkatkan komitmen mereka terhadap dukungan pembaruan perangkat lunak, menawarkan siklus pembaruan yang lebih panjang untuk seri flagship mereka. Namun, model-model yang disebutkan di atas tampaknya tidak termasuk dalam kategori tersebut atau dirilis sebelum kebijakan pembaruan yang lebih baru diterapkan.
Fenomena berakhirnya masa dukungan pembaruan ini juga menyoroti pentingnya kesadaran konsumen dalam memilih perangkat elektronik. Selain spesifikasi teknis dan harga, durasi dukungan pembaruan perangkat lunak seharusnya menjadi salah satu faktor pertimbangan utama. Investasi pada ponsel yang memiliki siklus dukungan lebih panjang dapat memberikan ketenangan pikiran dan keamanan data yang lebih baik dalam jangka panjang, sekaligus mengurangi limbah elektronik akibat siklus penggantian perangkat yang terlalu cepat. Pengguna disarankan untuk secara aktif memantau informasi pembaruan dari produsen masing-masing untuk memastikan perangkat mereka tetap aman dan berfungsi optimal.











