Tingkat cakupan vaksinasi pada anak-anak taman kanak-kanak di Amerika Serikat terus mengalami penurunan. Data terbaru yang dirilis oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk tahun ajaran 2025-2026 menunjukkan bahwa jumlah pengecualian vaksinasi secara nasional kini melampaui angka 4%. Penurunan ini mengindikasikan adanya tantangan dalam mempertahankan kekebalan kelompok di kalangan populasi anak usia sekolah.
Secara spesifik, data CDC per tahun ajaran 2025-2026 mencatat penurunan cakupan vaksinasi untuk campak, gondongan, dan rubella (MMR) dari 92,5% pada tahun sebelumnya menjadi 92,4% di tahun lalu. Selain itu, cakupan vaksinasi terhadap difteri, tetanus, dan pertusis (DTaP) juga mengalami penurunan dari 92,1% menjadi 92%. Angka-angka ini menjadi perhatian serius terkait potensi peningkatan risiko penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi.
Menanggapi temuan ini, Presiden American Academy of Pediatrics (AAP), Andrew D. Racine, MD, PhD, FAAP, dalam siaran persnya menyatakan, “Data menunjukkan bahwa lebih dari 92% anak taman kanak-kanak di Amerika Serikat telah divaksinasi.” Ia menekankan pentingnya menjaga tingkat vaksinasi yang tinggi untuk melindungi kesehatan anak-anak. “Ketika berbicara tentang tingkat vaksinasi,” lanjut Dr. Racine, “penting untuk diingat bahwa angka yang lebih tinggi sangat krusial untuk kekebalan kelompok.”
Meskipun mayoritas anak taman kanak-kanak masih menerima vaksinasi, tren penurunan cakupan dan peningkatan pengecualian menimbulkan kekhawatiran di kalangan profesional kesehatan. Pengecualian vaksinasi, yang seringkali didasarkan pada alasan medis atau filosofis, dapat menciptakan celah dalam perlindungan kekebalan kelompok. Hal ini berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap wabah penyakit menular di lingkungan sekolah.
