Arema FC mengklarifikasi bahwa ambisi untuk merengkuh gelar juara Liga Super Indonesia musim ini belum menjadi prioritas utama klub. Pernyataan ini datang langsung dari Komisaris PT Arema Areania Mandiri, Iwan Budianto, yang menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah pada proses pemulihan pasca-tragedi Kanjuruhan serta memastikan keberlangsungan operasional klub.
Menurut Iwan Budianto, situasi yang dihadapi Arema FC pasca-peristiwa memilukan di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu, menuntut prioritas yang berbeda. Ia menyatakan, “Kita saat ini fokus untuk bagaimana tim ini bisa berjalan lagi, bagaimana kita bisa mempersiapkan diri untuk kompetisi berikutnya. Itu yang paling utama.” Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi mengenai target juara yang mungkin membebani tim di tengah kondisi yang masih beradaptasi.
Lebih lanjut, Iwan Budianto memaparkan bahwa berbagai aspek klub sedang dalam tahap pembenahan. “Kita memperbaiki semuanya, mulai dari manajemen, infrastruktur, sampai ke tim. Itu yang kita jalankan sekarang,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa proses ini membutuhkan waktu dan ketelitian agar Arema FC dapat bangkit dengan fondasi yang lebih kuat.
Keputusan untuk mengesampingkan target juara sementara ini merupakan langkah strategis untuk memastikan Arema FC dapat kembali berlaga dengan performa optimal di masa mendatang. Iwan Budianto menambahkan, “Kita tidak bicara juara dulu. Kita bicara bagaimana tim ini sehat dulu, bagaimana tim ini bisa berproses dengan baik.” Fokus pada pemulihan dan konsolidasi internal diharapkan dapat mengembalikan kekuatan Arema FC untuk bersaing di kompetisi yang akan datang.
Penegasan ini penting untuk memberikan gambaran yang jelas kepada para pendukung dan publik mengenai arah kebijakan Arema FC saat ini. Dengan memprioritaskan pemulihan dan keberlangsungan, Arema FC berupaya untuk bangkit dari keterpurukan dan siap menghadapi tantangan di masa depan dengan semangat baru.
