Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Tes PCR Deteksi Cacar Air Sebelum Ruam Muncul, Studi Kasus Chicago 2024 Ungkap Potensi

Oleh Rini Widiyarti August 18, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Tes Real-time reverse-transcription PCR (rRT-PCR) berpotensi mendeteksi cacar air pada pasien bergejala sebelum ruam muncul. Temuan ini berasal dari analisis data wabah cacar air yang terjadi di Chicago pada tahun 2024. Meskipun demikian, para klinisi disarankan untuk melakukan pengujian ulang pada kasus yang awalnya negatif seiring perkembangan atau perubahan gejala.

Stephanie Gretsch, MPH, seorang epidemiolog di Chicago Department of Public Health (CDPH), menjelaskan bahwa tes rRT-PCR untuk cacar air diketahui memiliki sensitivitas tinggi dalam rentang 0 hingga 3 hari setelah ruam muncul. Namun, sensitivitas tes sebelum ruam timbul belum banyak dideskripsikan dalam literatur yang dipublikasikan.

Hasil studi kasus wabah cacar air di Chicago pada tahun 2024 ini menyoroti pentingnya deteksi dini. Dalam situasi wabah, identifikasi cepat kasus sangat krusial untuk memutus rantai penularan. Kemampuan tes rRT-PCR untuk mendeteksi virus bahkan sebelum manifestasi fisik yang paling khas, yaitu ruam, dapat memberikan keuntungan signifikan dalam strategi pengendalian penyakit.

Oleh karena itu, para profesional kesehatan perlu mempertimbangkan penggunaan tes rRT-PCR pada tahap awal infeksi, bahkan ketika gejala lain sudah muncul namun ruam belum terlihat. Namun, temuan ini juga menggarisbawahi perlunya kehati-hatian. Jika hasil tes awal menunjukkan negatif namun kecurigaan klinis tetap tinggi, atau jika gejala berubah, pengujian ulang sangat dianjurkan. Hal ini untuk memastikan bahwa tidak ada kasus yang terlewatkan, yang berpotensi menyebarkan virus lebih lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp