Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
BERITA

Harga Batu Bara Acuan RI Melonjak di Paruh Kedua Agustus 2026

Oleh Emanuel August 18, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Harga Batu Bara Acuan (HBA) Indonesia untuk periode kedua Agustus 2026 mengalami kenaikan rata-rata. Tren positif ini menandakan adanya peningkatan permintaan atau faktor lain yang memengaruhi pasar komoditas energi vital tersebut.

Kenaikan HBA ini merupakan perkembangan signifikan dalam pasar batu bara nasional. Data menunjukkan bahwa HBA rata-rata mengalami peningkatan untuk periode kedua bulan Agustus 2026. Angka spesifik kenaikan dan HBA tertinggi yang tercapai akan diuraikan lebih lanjut.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), HBA rata-rata untuk periode kedua Agustus 2026 mencapai USD 119,55 per ton. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. HBA tertinggi yang tercatat pada periode ini adalah HBA untuk jenis batu bara dengan nilai kalor 6.500 kcal/kg GAR, yang mencapai USD 130,82 per ton.

Selain itu, jenis batu bara lainnya juga mengalami penyesuaian harga. HBA untuk batu bara dengan nilai kalor 5.800 kcal/kg GAR dipatok pada USD 107,01 per ton, sementara HBA untuk batu bara dengan nilai kalor 5.000 kcal/kg GAR ditetapkan sebesar USD 90,58 per ton. Harga batu bara dengan nilai kalor 4.200 kcal/kg GAR juga mengalami kenaikan, menjadi USD 70,28 per ton.

Penetapan HBA ini merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2021. HBA sendiri merupakan harga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk komoditas batu bara yang dijual di dalam negeri maupun untuk ekspor. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan memastikan harga yang wajar bagi para pemangku kepentingan.

ESDM menjelaskan bahwa penetapan HBA periode kedua Agustus 2026 ini didasarkan pada rata-rata indeks harga batu bara dari tiga indeks, yaitu Indonesian Coal Index (ICI), Newcastle International Coal (NIC), dan Globalcoal Newcastle (GNC). Rata-rata indeks tersebut kemudian dirata-ratakan lagi dalam satu bulan berjalan untuk menghasilkan HBA yang berlaku.

Dengan adanya kenaikan HBA ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penerimaan negara dan kesejahteraan para pelaku industri batu bara di Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp