Milisi Houthi Yaman dilaporkan telah meluncurkan rudal balistik hipersonik ke arah Laut Merah. Tindakan ini menambah eskalasi ketegangan di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Peluncuran rudal hipersonik ini merupakan yang pertama dilaporkan dilakukan oleh kelompok yang didukung Iran tersebut. Rudal ini diklaim mampu terbang dengan kecepatan luar biasa, menjadikannya ancaman serius bagi kapal-kapal yang melintas.
Menurut laporan dari lembaga intelijen Barat, rudal yang diluncurkan adalah rudal balistik hipersonik yang baru. Keberhasilan uji coba ini, jika terkonfirmasi, akan menandai lompatan teknologi signifikan bagi milisi Houthi. Rudal hipersonik memiliki kemampuan manuver yang tinggi dan kecepatan yang sulit diantisipasi oleh sistem pertahanan rudal konvensional.
Peluncuran ini terjadi di tengah meningkatnya serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah dan Teluk Aden sejak November 2023. Serangan-serangan tersebut diklaim sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza. Namun, tindakan ini telah mengganggu rute pelayaran global, memaksa banyak perusahaan pelayaran untuk mengalihkan rute kapalnya.
Seorang pejabat senior pertahanan Amerika Serikat, yang enggan disebutkan namanya, mengonfirmasi adanya peluncuran rudal tersebut pada Selasa (12/3/2024). Ia menambahkan bahwa rudal tersebut tidak mengenai target dan jatuh di dalam wilayah Yaman. Meskipun demikian, uji coba ini tetap menjadi perhatian serius bagi koalisi pimpinan AS yang berupaya menjaga keamanan jalur pelayaran.
Keberadaan rudal hipersonik di tangan Houthi berpotensi mengubah dinamika konflik di kawasan tersebut. Kemampuan rudal ini untuk terbang lebih cepat dan lebih sulit dilacak dibandingkan rudal balistik konvensional dapat menjadi tantangan besar bagi upaya pertahanan maritim. Pernyataan dari pihak Houthi sendiri mengenai jenis rudal yang diluncurkan belum dirilis secara resmi.
