Lionel Messi kembali mengukir sejarah dalam gelaran Piala Dunia, kali ini di Stadion yang berlokasi di Dallas, Amerika Serikat. Pada pertandingan krusial melawan Austria, bintang Argentina itu tidak hanya membawa timnya meraih kemenangan, tetapi juga menorehkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang Piala Dunia. Dua gol yang dicetaknya pada laga tersebut mengukuhkan posisinya di puncak daftar, sebuah pencapaian luar biasa yang menegaskan statusnya sebagai ikon sepak bola dunia. Dengan lima gol dalam dua pertandingan terakhir, Messi secara efektif memastikan Argentina lolos dari Grup J, sembari berpotensi meraih Sepatu Emas pertamanya di usianya yang akan menginjak 39 tahun pada Rabu mendatang.
Momen pemecahan rekor Messi terjadi dalam suasana yang sarat makna, tepat 40 tahun setelah Diego Maradona menampilkan magi dribbling-nya melawan Inggris. Awalnya, pertandingan sempat diwarnai ketegangan ketika Messi secara mengejutkan gagal mengeksekusi penalti di menit-menit awal. Momen yang tak terduga ini justru menjadi latar belakang dramatis bagi gol bersejarahnya tujuh menit sebelum jeda turun minum. Gol tersebut tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga seolah menghapus kenangan pahit di kota yang sama, tempat Maradona memainkan pertandingan internasional terakhirnya di Piala Dunia 1994 sebelum tersandung kasus doping.
Argentina, dalam formasi terbaiknya, menunjukkan dominasi meski sempat mendapat perlawanan ketat dari tim Austria yang solid. Skuad asuhan Ralf Rangnick ini terbukti menjadi lawan yang merepotkan, dengan pertahanan yang terorganisir dan beberapa kali mengancam gawang Argentina. Namun, kehadiran Messi menjadi pembeda yang krusial. Di tengah atmosfer stadion yang dipenuhi sorak-sorai pendukung Argentina, yang memenuhi lebih dari tiga perempat kapasitas, Lionel Messi berhasil mengubah jalannya pertandingan.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi yang justru diterapkan oleh Argentina, menarik Austria ke dalam jebakan mereka. Peluang pertama datang melalui Lautaro Martínez yang dijatuhkan di kotak penalti. Setelah tinjauan VAR, wasit Amin Mohamed Omar menunjuk titik putih karena pelanggaran yang dilakukan Stefan Posch terhadap Martínez. Namun, harapan langsung buyar ketika tendangan penalti Messi, yang diambil dengan awalan pendek, melenceng jauh dari sasaran. Momen ini sempat membuat Stadion terdiam karena ketidakpercayaan.
Meskipun sempat terguncang, Messi segera bangkit. Dengan kepercayaan diri yang kembali pulih, ia berhasil menerobos pertahanan Austria. Sebuah upaya individu briliannya mampu digagalkan oleh kiper Alexander Schlager. Pertandingan pun kembali hidup dengan jual beli serangan. Austria, yang bermain disiplin, terus mencoba menekan. Marcel Sabitzer sempat menciptakan peluang berbahaya melalui tendangan setengah voli yang berhasil diblok Cristian Romero. Namun, Messi tak tinggal diam.
Melalui kolaborasi apik dengan Enzo Fernández dan kemudian Facundo Medina yang memberikan umpan tarik, Messi berhasil menyarangkan gol pertamanya lewat tendangan kaki kiri yang akurat. Gol tersebut disambut gemuruh stadion, sebuah bukti bagaimana Messi mampu mengangkat performa timnya. Momen gol tersebut, meski merupakan gol yang sering ia cetak, kali ini memiliki resonansi yang luar biasa, merayakan rekor baru yang ia raih. Sorakan dan kepalan tangan yang ia tunjukkan menjadi ekspresi kepuasan atas pencapaian fenomenal ini.
Paruh pertama pertandingan diwarnai beberapa insiden pelanggaran dan friksi antar pemain, namun fokus utama tetap tertuju pada aksi Messi. Setelah jeda, Austria kembali menunjukkan perlawanan. Sabitzer dan Romano Schmid menciptakan beberapa peluang, memaksa Emiliano Martínez bekerja keras di bawah mistar gawang. Konsekuensi dari permainan keras, Cristian Romero yang sudah mengantongi kartu kuning, digantikan oleh Nicolás Otamendi untuk memperkuat lini belakang. Austria terus berupaya menembus pertahanan Argentina, namun lini serang mereka belum mampu menembus soliditas pertahanan tim Tango.
Sebuah momen krusial terjadi jelang akhir pertandingan. Di tengah momentum yang tampaknya mulai mereda, Messi kembali menunjukkan magisnya. Setelah percobaan pertamanya sempat diblok, ia kembali mendapatkan bola dan melepaskan tendangan yang kembali merobek jala gawang Austria. Gol kedua ini semakin mengukuhkan rekornya dan memastikan kemenangan telak bagi Argentina. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan pribadi bagi Messi, tetapi juga memberikan suntikan moral yang besar bagi timnas Argentina dalam perjalanannya di Piala Dunia kali ini.
Kemenangan ini semakin mempertegas status Argentina sebagai salah satu kandidat kuat juara, dengan Lionel Messi sebagai motor penggerak utama. Perjalanan tim Tango di fase grup tampaknya akan mulus berkat performa impresif sang kapten. Dengan rekor gol yang terus bertambah, Messi tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga terus menginspirasi jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.











