PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) menjalin sinergi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam program “Bakti Untuk Negeri”. Kolaborasi ini berhasil membedah dan merenovasi 20 unit rumah tidak layak huni yang diperuntukkan bagi keluarga prasejahtera di empat wilayah berbeda di Indonesia. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial kedua institusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Upaya perbaikan hunian ini dilakukan secara serentak di berbagai daerah, mencakup wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Keempat provinsi tersebut menjadi lokasi fokus dalam penyaluran bantuan renovasi rumah ini, dengan harapan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan para penerima manfaat.
Dalam keterangan resminya, Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perbaikan fisik rumah, melainkan juga upaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberikan harapan baru bagi keluarga penerima bantuan. “Kami sangat berterima kasih atas sinergi dengan PPATK. Program ini adalah wujud komitmen kami untuk berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Haru Koesmahargyo.
Senada dengan Haru, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandara, turut mengungkapkan rasa bangganya atas terlaksananya program renovasi rumah ini. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun negeri dan memberikan kebaikan bagi sesama. “Ini adalah bukti nyata bahwa sinergi antara institusi pemerintah dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat. Kami berharap rumah-rumah yang telah dibedah ini dapat menjadi tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi keluarga penerima,” tutur Ivan Yustiavandara.
Program “Bakti Untuk Negeri” ini tidak hanya berhenti pada renovasi fisik bangunan. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi jangka panjang bagi keluarga prasejahtera. Dengan memiliki hunian yang layak, diharapkan keluarga-keluarga tersebut dapat meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, serta menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk tumbuh kembang anak.
