Otoritas MotoGP tengah merancang skenario alternatif terkait penyelenggaraan Grand Prix (GP) Qatar pada tahun 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah tidak kondusif untuk menggelar balapan di Sirkuit Lusail, lokasi yang selama ini menjadi tuan rumah.
Direktur Eksekutif Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengungkapkan kekhawatiran tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. “Kami memiliki rencana cadangan,” ujar Ezpeleta kepada AS, menegaskan keseriusan Dorna dalam menghadapi potensi perubahan.
Ezpeleta tidak merinci secara spesifik sirkuit alternatif yang dipertimbangkan. Namun, ia memastikan bahwa MotoGP memiliki beberapa opsi yang siap diaktifkan jika Sirkuit Lusail tidak dapat digunakan. Keputusan pemindahan lokasi ini akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi keamanan di wilayah tersebut.
GP Qatar sendiri dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Lusail pada tahun 2026. Namun, eskalasi ketegangan di Timur Tengah belakangan ini memicu kekhawatiran akan keselamatan para pembalap, kru, dan penonton. Oleh karena itu, Dorna Sports merasa perlu untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk, termasuk mencari venue pengganti.
Dorna Sports memiliki rekam jejak dalam menghadapi situasi serupa. Pada tahun 2020, beberapa seri balapan MotoGP terpaksa dibatalkan atau dipindahkan akibat pandemi COVID-19. Pengalaman tersebut membekali Dorna dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan mendadak.
Saat ini, belum ada kepastian mengenai apakah GP Qatar 2026 akan benar-benar berpindah lokasi. Keputusan akhir akan diambil berdasarkan evaluasi mendalam terhadap faktor keamanan yang terus dipantau secara berkala oleh pihak penyelenggara.
