Sosiolog Inggris, Jason Arday, ditemukan meninggal dunia setelah mengundurkan diri dari Universitas Cambridge menyusul tuduhan kasus plagiarisme. Kematian Arday, yang sebelumnya dijuluki sebagai profesor termuda di Cambridge, menambah duka di kalangan akademisi, terutama setelah kontroversi yang melingkupinya.
Arday, yang baru berusia 37 tahun, mengundurkan diri dari posisinya sebagai Profesor Sosiologi di Universitas Cambridge pada Februari 2023. Keputusan ini diambil setelah munculnya dugaan bahwa sebagian dari karyanya, termasuk tesis doktoralnya, mengandung unsur plagiarisme. Laporan awal menyebutkan bahwa sekitar 10% dari tesis doktoralnya diduga merupakan hasil plagiarisme.
Meskipun Arday telah memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut, Universitas Cambridge tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai detail kasusnya. Namun, pengunduran dirinya menjadi pukulan telak bagi karir akademiknya yang cemerlang dan terbilang cepat. Ia pernah diangkat sebagai profesor termuda di universitas bergengsi tersebut, sebuah pencapaian yang sangat langka.
Sebelum bergabung dengan Cambridge, Arday memiliki rekam jejak akademis yang impresif. Ia pernah menjabat sebagai dosen di University of Glasgow dan kemudian menjadi profesor di Durham University. Ia juga dikenal aktif dalam berbagai forum diskusi dan publikasi ilmiah di bidang sosiologi.
Detail mengenai penyebab kematian Jason Arday belum diungkapkan secara publik. Pihak universitas dan keluarga masih belum memberikan keterangan resmi terkait hal ini. Namun, berita kematiannya yang menyusul pengunduran dirinya akibat skandal plagiarisme ini tentu menimbulkan berbagai spekulasi dan kesedihan mendalam di dunia akademik.
